SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang terus memperkuat peran pelaku UMKM dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Dinkopukmperindag) Kota Serang, berbagai langkah konkret dilakukan agar produk lokal mampu bersaing di pasar modern.
Upaya tersebut kini mulai membuahkan hasil. Sejumlah produk unggulan UMKM asal Kota Serang berhasil menembus jaringan ritel modern dan mulai dipasarkan secara lebih luas.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar penguatan ekonomi kerakyatan, sekaligus mendorong pelaku usaha kecil agar naik kelas dan memiliki daya saing tinggi.
Produk-produk UMKM tersebut kini telah masuk ke jaringan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret, dengan cakupan distribusi di wilayah Provinsi Banten hingga Bitung, Tangerang.
Kepala Dinkopukmperindag Kota Serang, Wahyu Nurjamil, mengatakan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari pendampingan teknis yang dilakukan secara konsisten oleh pemerintah daerah.
Menurutnya, pembinaan difokuskan pada peningkatan kualitas produk agar memenuhi standar pasar modern, terutama dari sisi kemasan dan informasi produk.
“Fokus utama kami adalah pembinaan pada aspek pembaruan kemasan atau packaging hingga pencantuman informasi nilai gizi,” katanya, Rabu, 22 April 2026.
Ia menegaskan, standar tersebut menjadi syarat utama agar produk UMKM dapat bersaing dan layak dipasarkan di ritel modern.
Selain itu, Dinkopukmperindag akota Serang juga memfasilitasi seluruh proses, mulai dari pengajuan hingga tahapan kurasi yang dilakukan oleh pihak pengelola ritel.
Proses seleksi tersebut meliputi berbagai aspek, seperti kepemilikan sertifikasi halal, kelengkapan informasi gizi, serta kualitas dan ketahanan kemasan produk.
Hingga saat ini, sebanyak 11 merek UMKM binaan Pemkot Serang telah resmi dipasarkan di jaringan Alfamart. Sementara itu, delapan merek lainnya telah tersedia di jaringan Indomaret.
Seluruh produk yang berhasil menembus pasar modern tersebut merupakan kategori makanan kering khas Kota Serang yang memiliki potensi pasar cukup besar.
Wahyu mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pendampingan terhadap pelaku usaha yang belum lolos kurasi agar dapat memenuhi standar yang ditetapkan.
“Kami terus memonitor perkembangannya. Bagi UMKM yang belum lolos, akan kami bina kembali agar produknya bisa segera masuk ritel modern,” ujarnya.
Kerja sama dengan ritel modern ini dilakukan melalui sistem konsinyasi atau titip jual, dengan harga yang tetap kompetitif di pasaran.
Pemerintah memastikan harga produk yang dijual di ritel tidak memberatkan masyarakat dan tetap sejalan dengan harga pasar.
Program ini juga merupakan implementasi dari Peraturan Wali Kota (Perwal) Serang yang mendorong penggunaan serta pemasaran produk lokal.
Melalui kebijakan tersebut, Pemkot Serang berharap produk UMKM dapat menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri sekaligus memperluas pasar.
Ke depan, evaluasi berkala akan terus dilakukan untuk mengukur dampak program ini terhadap peningkatan pendapatan pelaku UMKM.
“Kami akan melihat sejauh mana kehadiran produk ini di ritel mampu meningkatkan pendapatan pelaku usaha secara nyata,” kata Wahyu.
Editor: Agus Priwandono











