SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Serang diminta memprioritaskan penyerapan produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta hasil pertanian masyarakat sekitar.
Langkah tersebut dinilai sejalan dengan tujuan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yakni memastikan pemenuhan gizi anak-anak sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat di desa.
Ketua Tim Satgas Percepatan MBG yang juga Wakil Bupati Serang, Muhammad Najib Hamas, mengapresiasi arahan pemerintah pusat terkait pelaksanaan program MBG yang telah berjalan di Kabupaten Serang.
“Arahan dari Ibu Bupati, pelaksanaan MBG direncanakan ada percepatan penyelesaian pembangunan dapur oleh para mitra, sehingga penerima manfaat bisa semakin banyak,” katanya, Selasa, 3 Februari 2026.
Najib mengatakan, keberadaan dapur MBG yang telah berdiri di masing-masing kecamatan harus mampu membangun rantai ekonomi masyarakat di sekitarnya. Seluruh kebutuhan dapur diharapkan dapat berasal dari masyarakat lokal dengan melibatkan koperasi, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta UMKM.
“Tujuan MBG adalah mencerdaskan anak bangsa melalui ketersediaan bahan bergizi, dan yang kedua menumbuhkan ekonomi kerakyatan melalui rantai pasok bahan baku dari lingkungan sekitar,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi antara koperasi, BUMDes, dan UMKM sebagai penyuplai MBG diharapkan dapat semakin memperkuat perekonomian masyarakat.
“Hal ini bisa memperkuat pelaksanaan MBG sekaligus mengurangi pengangguran dan menumbuhkan ekonomi kerakyatan,” katanya.
Najib menegaskan agar pengadaan bahan baku, di luar produk pabrikan, dapat memprioritaskan produk-produk lokal dan dilakukan melalui UMKM, koperasi, serta BUMDes.
“Kami mengimbau agar SPPG mengacu dan berpegang pada standar operasional prosedur (SOP). Tidak semata-mata mengambil keuntungan dari proses pengadaan bahan baku atau pengadaan lainnya. Prioritaskan sesuai SOP agar kadar gizi tetap sesuai dengan yang direkomendasikan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan, apabila ditemukan dapur MBG yang tidak menjalankan tugas sesuai SOP, maka Satgas akan memberikan sanksi tegas.
“Jika mitra yayasan melanggar SOP, maka akan kami evaluasi,” tegasnya.
Najib mengungkapkan, saat ini terdapat 55 dapur MBG yang telah berdiri di Kabupaten Serang dari target 150 dapur. Sementara itu, sekitar 50 dapur lainnya masih dalam tahap pembangunan.
“Kami berharap hingga pertengahan tahun ini seluruh dapur bisa beroperasi dan pendistribusian dapat menjangkau semua penerima manfaat,” pungkasnya.*
Editor : Krisna Widi Aria











