LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Memaskui musim kemarau 2026, 23 Kecamatan di Kabupaten Lebak merupakan daetah rawan kekeringan dan krisis air bersih.
Ke 23 Kecamatan rawan kekeringan di Lebak yaitu Maja, Leuwidamar, Cileles, Warunggunung, Cirinten, Wanasalam, Cilovrang, Cihara, Bayah, Gunungkencana, Kalanganyar, Cibeber, Banjarsari, Panggarangan, Cijaku, Cipanas, Cirugbitung, Bojongmanik, Malingping, Sajira dan Maja.
“Berdasarkan pemetaan kita ada 23 Kecamatan yang akan terdampak kekeringan, 90 desa dengan jumlah jiwa mencapai 71.786 orang yang masih membutuhkan bantuan air bersih jika terjadi kemarau panjang. Untuk sementara kita belum menerima laporan adanya warga kesulitan air bersih,” kata Sekretaris BPBD Kabupaten Lebak Febby Rezky Pratama, Selasa 28 April 2026.
Menurur Feby, berdasarkan prakiraan Metreologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) musim kemarau akan berlangsung sampai September tahun 2026.
“Sesuai dengan prediksi BMKG bahwa sekarang sudah memasuki masa kemarau ditandai dengan cuaca ekstrim, yang kadang panas sore hujan dan atau terjadi angin kencang. Puncak kemarau di bulan Juli,” ujarnya.
Kata dia, pihaknya terus melakukan pemantauan di daerah – daerah rawan kekeringan karena khawatir menimbulkan krisis air bersih. Sebab, biasanya, kata dia, daerah rawan kekeringan itu menimbulkan krisis air bersih. Namun, pihaknya saat ini belum menerima laporan dari masyarak
at tentang terjadinya krisis air bersih.
“Meskipun masyarakat belum terjadi krisis air bersih, tapi pemerintah daerah sudah mengantisipasi melalui pompanisasi. Intinya, kita sudah siap dalam musim kemarau tiga tengki armada bantuan air bersih sudah kita siapkan,” ujarnya.
Menurutnya, Pemkab Lebak melalui BPBD, Dinas Pertanian dan Organisasi perangkat daerah (OPD) terkait sudah melakukan langkah antisipasi.
“Bencana kekeringan merupakan kejadian setiap tahun. Namun, warga tak perlu panik yang terpenting kita sama – sama siapkan langkah penanganannya,” ujarnya.
Editor: Bayu Mulyana











