CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Pagi itu, jalan tanah yang menghubungkan Kampung Beji dan Kampung Ciranggon tampak lebih ramai dari biasanya.
Bukan oleh kendaraan yang lalu lalang, melainkan oleh warga dan personel TNI yang bergotong royong, memanggul cangkul, membersihkan sampah, dan memperbaiki gorong-gorong yang jebol.
Di tengah aktivitas itu, seragam loreng berpadu dengan pakaian warga. Tak ada sekat.
Semua larut dalam satu tujuan: mengembalikan akses jalan yang selama ini menjadi urat nadi penghubung menuju jalan utama di Kecamatan Bojonegara.
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang digelar Kodim 0623/Cilegon kali ini menyentuh persoalan sederhana, namun vital.
Gorong-gorong yang selama ini menjadi penopang jalan penghubung tak lagi mampu dilalui kendaraan roda empat setelah mengalami kerusakan.
Akibatnya, mobilitas warga pun terganggu. Jalan yang biasanya dilintasi untuk aktivitas harian kini harus dihindari atau dilalui dengan hati-hati.
Danramil 2302/Bojonegara, Mayor Inf Karya, memilih tidak menunggu. Ia mengajak masyarakat dan unsur Forkopimcam Bojonegara turun langsung ke lapangan.
Dengan alat seadanya, mereka mulai membersihkan sampah yang menumpuk di sekitar saluran air. Tanah digali, batang kayu disingkirkan, dan gorong-gorong yang jebol perlahan diperbaiki.
Tak hanya itu, pembersihan juga dilakukan di sepanjang akses jalan dari Kampung Beji menuju Kampung Ciranggon.
Jalan yang sebelumnya kotor dan sebagian tertutup sampah kini mulai terlihat lebih rapi dan bisa dilalui kembali.
Di sela pekerjaan, sesekali terdengar tawa ringan. Bagi warga, kegiatan ini bukan sekadar kerja bakti, melainkan momen kebersamaan yang jarang terjadi.
TMMD dalam potret ini bukan hanya soal pembangunan fisik. Ia menjelma menjadi ruang pertemuan antara TNI dan masyarakat, di mana kerja sama dan kepedulian tumbuh dari hal-hal kecil yang berdampak besar.
Editor: Abdul Rozak











