SERANG,RADARBANTEN.CO.ID–Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia Banten resmi menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) 2026 di Convention Hall & Business Center UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, Sabtu 2 Mei 2026.
Ajang ini menjadi pintu awal penjaringan atlet terbaik yang akan diproyeksikan menuju kompetisi tingkat nasional. Kejuaraan berlangsung selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 Mei 2026.
Total sebanyak 880 atlet ambil bagian, terdiri dari 300 atlet kelas festival dan 580 atlet open tournament. Mereka berasal dari delapan pengurus cabang (pengcab) FORKI se-Banten serta 14 perguruan karate.
Wakil Ketua Pelaksana Kejurprov FORKI Banten 2026, Rosjuli Eka Putra, mengatakan kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi bagian penting dari proses pembinaan atlet.
“Dari ajang ini, kami berharap lahir atlet-atlet terbaik yang bisa diproyeksikan ke kejuaraan nasional,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan, FORKI Banten sebelumnya telah mencatat berbagai capaian, mulai dari atlet yang menembus pemusatan latihan nasional (pelatnas) hingga prestasi di ajang PON bela diri dan SEA Games.
Ketua Umum FORKI Banten, Maruli Girsang, mengatakan Kejurprov menjadi pijakan penting menuju level yang lebih tinggi. Ia meminta seluruh atlet bertanding maksimal dengan menjunjung tinggi sportivitas.
“Hasil kejuaraan ini akan menjadi bahan evaluasi dan seleksi menuju kejuaraan nasional. Karena itu, atlet harus mempersiapkan diri dengan optimal,” katanya.
Ia juga mengingatkan para wasit dan juri agar memimpin pertandingan secara profesional dan adil, sehingga menghasilkan atlet yang benar-benar layak bersaing di tingkat selanjutnya.
Maruli turut mengapresiasi kerja keras panitia serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Kejurprov tahun ini.
Ia berharap ajang tersebut mampu melahirkan atlet karate yang dapat mengharumkan nama Banten di tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Banten, Ahmad Syaukani, menilai kejuaraan memiliki peran penting dalam membentuk mental dan pengalaman atlet.
“Setiap pertandingan adalah proses membangun karakter, disiplin, dan mental juara. Prestasi tidak datang instan, tetapi melalui latihan yang konsisten,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan, tahun 2026 dipenuhi berbagai agenda olahraga penting, seperti Pekan Olahraga Pelajar Daerah di Kota Cilegon pada Juni serta Pekan Olahraga Provinsi Banten di Kota Tangerang Selatan pada November.
Lebih jauh, Banten bersama Lampung diproyeksikan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional 2032. Karena itu, pembinaan atlet sejak dini dinilai menjadi kunci meraih prestasi di masa depan.
“Atlet yang bertanding hari ini berpotensi menjadi generasi emas Banten di PON 2032,” katanya.
Perwakilan KONI Banten, Kapten Inf Jakson Beay, mengatakan Kejurprov menjadi ajang strategis untuk mengukur kemampuan sekaligus menjaga regenerasi atlet.
Dia juga menjelaskan kesiapan menghadapi berbagai agenda olahraga ke depan, termasuk Popda dan Porprov 2026.
“Kejurprov ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaik dan meningkatkan prestasi,” tegasnya.
Dengan persaingan yang ketat, Kejurprov FORKI Banten 2026 diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet karate unggulan yang siap bersaing hingga level nasional dan internasional.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agung S Pambudi








