PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – DPRD Kabupaten Pandeglang mendesak Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani segera mencopot Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pandeglang, Ahmad Mursidi. Desakan itu disampaikan oleh Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Pandeglang dari Fraksi Partai Demokrat Syamsudin Aliandono karena Kepala DPMTSP Pandeglang Ahmad Mursidi dalam kondisi sakit dan tengah menghadapi permasalahan hukum.
Sebelumnya, Kepala DPMPTSP Pandeglang, Ahmad Mursidi mengemudikan Mobil Innova dengan nomor polisi A 1633 BF menabrak kerumunan siswa tengah jajan depan SDN Sukaratu 5, Kelurahan Majasari, Kabupaten Pandeglang. Peristiwa itu menyebabkan dua orang korban jiwa dan tujuh orang terluka. Dua korban meninggal dunia, yaitu Dewi Handayani, seorang pedagang, dan Muhamad Milal, siswa SDN Sukaratu 5.
“Jadi, agar bisa lebih fokus untuk pemulihan dan bisa lebih fokus menghadapi permasalahan hukum atas kasus laka lanta. Karena kondisi Kepala DPMPTSP sedang sakit dan dalam proses permasalahan hukum. Sekiranya Bupati segera mengganti Kadis tersebut,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Kamis, 7 Mei 2026.
Kata dia, pergantian kepala dinas ini perlu Ahmad Mursidi fokus pada pemulihan kesehatannya. Serta fokus dalam menghadapi permasalahan hukum atas kasus kecelakaan lalu lintas dalam penanganan Polres Pandeglang.
“Dan agar pelayanan terhadap masyarakat dapat berjalan optimal. Tidak sampai terganggu karena memang kondisi kesehatan kadis yang sudah tidak memungkinkan dan tengah menghadapi masalah hukum,” katanya.
Aliandono berharap Bupati agar lebih selektif dalam mencari pengganti kepala DPMPTSP. “Orangnya yang komunikatif dan responsif dalam mengambil kebijakan. Cepat tanggap dalam melihat peluang kondisi untuk menarik investor, bisa mengayomi bawahan sehingga pelayanan lebih optimal,” katanya.
Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Pandeglang dan juga Koordinator Komisi I, MM Fuhaira Amin meminta bupati agar mengevaluasi Kepala DPMPTSP. “Kalau statusnya hanya dibebaskan sementara kurang memenuhi harapan banyak masyarakat. Apalagi keluarga korban,” katanya.
Ia berharap Mursidi dipindahkan ke posisi yang tidak berat. “Misalkan ke staf ahli, perpustakaan. Ganti yang lebih fresh lebih segar lebih energik karena ini menyangkut pelayanan kepada masyarakat. Yang bersangkutan juga agar fokus pada kesehatan, kepada penanganan korban, atau proses hukum yang berjalan,” katanya.
Editor : Rostinah











