SERANG, RADARBANTEN.CO.ID— Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mendorong Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Banten untuk mengembangkan sektor agribisnis dan meningkatkan minat generasi muda terhadap dunia pertanian.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten, Iwan Hermawan, mengatakan regenerasi petani di Banten masih menjadi tantangan serius.
“Berdasarkan hasil Sensus Pertanian, petani milenial baru mencapai 46.561 orang atau sekitar 7,64 persen dari total petani. Artinya, regenerasi di sektor pertanian masih sangat terbatas,” ujarnya saat menghadiri Forum Bisnis Daerah HIPMI di Horison Ultima Ratu, Jumat 8 Mei 2026.
Menurut Iwan, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama karena masa depan ekonomi Banten tidak hanya bertumpu pada sektor industri, tetapi juga sektor agribisnis yang memiliki potensi besar.
Ia berharap HIPMI Banten dapat menjadi wadah lahirnya pengusaha muda di bidang pertanian modern dan bisnis pangan berbasis teknologi.
“Karena itu, saya berharap HIPMI Banten terus menumbuhkan minat wirausaha muda di bidang agribisnis,” katanya.
Iwan menjelaskan, sektor agribisnis memiliki peluang besar mulai dari produksi, pengolahan, distribusi hingga pemasaran digital yang dapat dikembangkan generasi muda.
Menurutnya, anak muda Banten memiliki peluang besar mengembangkan konsep smart farming, membangun rantai pasok pangan yang efisien, serta mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah tinggi.
“Membangun rantai pasok pangan yang efisien, mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah tinggi serta memanfaatkan platform digital untuk memperluas pasar,” pungkasnya.
Editor: Bayu Mulyana











