PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sejumlah petani muda (milenial) di Pandeglang berinovasi dengan menerapkan sistem pertanian berbasis teknologi atau smart farming.
Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan produksi pertanian dan mendukung program ketahanan pangan melalui pertanian modern.
Teguh, petani milenial asal Kampung Curuggaru, Desa Kadugemblo, Kecamatan Kaduhejo merupakan salah satu petani muda yang telah menerapkan sistem pertanian berbasis teknologi atau smart farming.
Kehadiran petani milenial seperti Teguh membawa angin segar bagi dunia pertanian. Mereka dinilai mampu mempercepat regenerasi petani sekaligus menjembatani kesenjangan antara petani muda dan generasi senior.
“Dengan sistem pertanian berbasis teknologi atau smart farming, kami bisa mengatur air sesuai kebutuhan tanaman. Sistemnya bisa dikontrol lewat ponsel dan jauh lebih efisien. Jadi, bertani sekarang tidak lagi identik dengan pekerjaan kotor dan berat,” ungkapnya, kepada RADARBANTEN.CO.ID, Jumat 7 November 2025.
Teguh menuturkan, berbagai program pemerintah turut membantu meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian. Dinas Pertanian Provinsi Banten, kata dia, rutin menyalurkan bantuan benih padi bersertifikat secara gratis melalui Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan (BPSIP).
“Selama dua tahun berturut-turut kami mendapat bantuan benih gratis. Bantuan ini sangat membantu karena biaya produksi jadi lebih ringan dan keuntungan meningkat,” katanya.
Selain itu, Dinas Pertanian juga aktif memberikan pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi petani di berbagai wilayah. Menurut Teguh, kegiatan tersebut penting agar petani dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan iklim.
Tak hanya itu, Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten juga berperan dalam menjaga stabilitas harga dan inflasi dengan memberikan pendampingan serta bantuan kepada kelompok tani penggarap komoditas strategis seperti cabai merah, bawang merah, dan beras.
“BI punya andil besar dalam menjaga harga tetap stabil. Mereka bantu kami meningkatkan produktivitas sekaligus memberi pelatihan dan pendampingan,” tutur Teguh.
Ia juga menyambut positif kebijakan pemerintah pusat yang menurunkan harga pupuk subsidi hingga 20 persen. Kebijakan tersebut dianggap sebagai langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Penurunan harga pupuk sangat membantu. Ini bukti pemerintah benar-benar berpihak pada petani,” ucapnya.
Sebagai petani cabai yang tergabung dalam Kelompok Tani Kadugemblo Tiga, Teguh kini terus mengembangkan konsep smart irrigation berbasis Internet of Things (IoT). Ia percaya, penerapan teknologi digital dapat menarik minat generasi muda untuk ikut terjun ke dunia pertanian.
“Banyak anak muda sebenarnya tertarik kalau tahu pertanian sekarang sudah modern. Dengan smart farming, mereka bisa melihat bahwa bertani itu keren,” katanya.
Teguh berharap kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan kelompok tani terus diperkuat untuk membuka peluang lebih besar bagi regenerasi petani muda.
“Kalau semua pihak saling mendukung, dunia pertanian Indonesia pasti akan semakin maju,” tutupnya.
Editor: Mastur Huda











