SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kebutuhan hewan kurban di Provinsi Banten pada Iduladha 1447 Hijriah atau 2026 diperkirakan meningkat menjadi 63.171 ekor.
Namun ketersediaan ternak lokal dinilai masih jauh dari cukup sehingga Banten masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.
Berdasarkan data Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten, estimasi kebutuhan hewan kurban tahun 2026 terdiri atas 14.409 sapi, 516 kerbau, 26.022 kambing, dan 22.224 domba.
Sementara itu, ketersediaan hewan kurban lokal di Banten diperkirakan hanya mencapai 11.969 ekor. Jumlah tersebut terdiri dari 1.946 sapi, 652 kerbau, 6.122 kambing, dan 3.249 domba.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Distan Provinsi Banten, drh. Ari Mardiana mengatakan, kondisi itu membuat sekitar 80 persen kebutuhan hewan kurban di Banten masih dipasok dari luar provinsi.
Menurutnya, tingginya ketergantungan terhadap pasokan luar daerah membuat pengawasan lalu lintas ternak perlu diperketat guna memastikan hewan yang masuk dalam kondisi sehat dan aman.
“Kami memperkuat pengawasan agar hewan kurban yang masuk ke Banten dipastikan sehat dan bebas penyakit. Karena sebagian besar kebutuhan ternak masih berasal dari luar provinsi,” ujarnya, Minggu 10 Mei 2026.
Sebagai pembanding, jumlah penyembelihan hewan kurban di Banten pada 2025 tercatat mencapai 61.690 ekor. Terdiri atas 14.266 sapi, 543 kerbau, 25.512 kambing, dan 21.369 domba.
Dengan meningkatnya kebutuhan tahun ini, Distan Banten memastikan pengawasan hewan kurban dilakukan lebih ketat mulai dari proses distribusi, pemantauan lapak penjualan, hingga pemeriksaan kesehatan sebelum dan sesudah penyembelihan.
Editor: Abdul Rozak











