PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Fondasi Jembatan Cijango di Kampung Lame, RT 002 RW 007, Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, amblas karena longsor. Fondasi jembatan tergerus arus banjir yang terjadi sepanjang 2025 hingga awal 2026.
Banjir menyebabkan pondasi jembatan Cijango mengalami longsor kegerus aliran air mengalir deras.
Saat ini kondisi badan jembatan sebagian amblas dan pondasinya sudah terbelah.
Berdasarkan informasi warga, bahwa jembatan ini sudah puluhan tahun belum mendapatkan penanganan perbaikan.
Jembatan Cijango merupakan jembatan penghubung antar Desa Mekarsari, Cimanis, Sobang dan Citeureup, Kecamatan Panimbang.
Warga Sobang, Aang mengatakan, bahwa jembatan itu merupakan akses penting bagi warga Desa Mekarsari.
“Merupakan akses utama menuju sekolah, tempat kerja, maupun aktivitas bertani dan lainnya,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Minggu, 17 Mei 2026.
Aang mengatakan, kondisi jembatan Cijango mngalami longsor karena memang banjir. Terus merupakan bangunan lama.
“Bangunan jembatan dibangun tahun 1965. Dari semenjak itu sampai sekarang belum ada pelaksanaan perbaikan atau pemeliharaan rutin,” katanya.
Apabila menghitung waktu, pembangunan jembatan sudah puluhan tahun. Jadi memang sudah saatnya untuk melaksanakan perbaikan.
“Berharap secepatnya jembatan Cijango diperbaiki. Agar aktivitas masyarakat kembali lancar,” katanya
Camat Panimbang Supratman mengaku, sudah menerima laporan akan kondisi jembatan Cijango.
“Sudah saya laporkan kepada Ibu Bupati dan Kadis PUPR. Insyaallah dari Kadis PUPR akan melakukan survei lokasi,” katanya.
Editor: Agus Priwandono











