TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Nilai tukar rupiah yang terus melemah belakangan ini membuat banyak masyarakat mulai khawatir, terutama setelah dolar Amerika Serikat (AS) menyentuh level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Dampaknya terasa di berbagai sektor, mulai dari kenaikan harga barang impor, biaya perjalanan ke luar negeri yang semakin mahal, hingga kekhawatiran terhadap kondisi investasi dan tabungan jangka panjang.
Di tengah situasi tersebut, muncul pertanyaan mengenai penyebab rupiah melemah dan jenis investasi yang cocok dipilih saat kondisi ekonomi sedang tidak stabil.
Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, berikut beberapa faktor penyebab pelemahan rupiah serta instrumen investasi yang dinilai relatif rendah risiko saat nilai tukar berada di bawah tekanan.
Faktor Penyebab Rupiah Melemah
Nilai tukar rupiah sempat menembus Rp17.500 per dolar AS pada 12 Mei 2026. Kondisi ini dipengaruhi faktor eksternal, terutama penguatan dolar AS dan meningkatnya ketidakpastian global.
Tidak hanya Indonesia, mayoritas mata uang di kawasan Asia juga mengalami pelemahan terhadap dolar AS. Berikut beberapa faktor penyebabnya:
1. Ketidakpastian Konflik Timur Tengah
Konflik antara AS dan Iran kembali meningkatkan kekhawatiran pasar global. Selain isu gencatan senjata yang belum stabil, muncul pula pembahasan terkait kemungkinan operasi militer lanjutan dan pengamanan jalur perdagangan di Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur distribusi minyak paling strategis di dunia. Gangguan di kawasan tersebut dapat memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global dan mendorong kenaikan harga minyak mentah.
Situasi ini membuat investor beralih ke aset safe haven, seperti dolar AS. Akibatnya, indeks dolar AS (DXY) menguat ke level 98,117 dan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, ikut tertekan.
2. Ekspektasi Suku Bunga AS Tetap Tinggi
Kenaikan harga minyak akibat konflik geopolitik turut memicu kekhawatiran terhadap inflasi di Amerika Serikat.
Jika inflasi tetap tinggi, pasar memperkirakan Bank Sentral AS atau The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Saat ini, The Fed masih mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5 persen hingga 3,75 persen.
Kondisi tersebut membuat aset berbasis dolar tetap menarik bagi investor global sehingga arus modal ke negara berkembang menjadi lebih terbatas. Dampaknya, rupiah semakin sulit menguat.
Jenis Investasi yang Cocok saat Rupiah Melemah
Saat nilai tukar rupiah melemah, banyak masyarakat mulai mencari instrumen investasi yang dinilai lebih aman dan mampu menjaga nilai aset.
Berikut beberapa jenis investasi yang sering dipilih karena dianggap lebih tahan terhadap gejolak nilai tukar:
1. Emas
Emas dikenal sebagai salah satu instrumen safe haven yang banyak diminati saat kondisi ekonomi tidak stabil.
Investasi emas populer karena nilainya cenderung lebih tahan terhadap inflasi dan pelemahan mata uang. Ketika harga emas terkoreksi, kondisi tersebut sering dimanfaatkan investor untuk membeli dan menyimpannya dalam jangka panjang.
Saat ini, investasi emas juga semakin mudah diakses melalui berbagai platform digital dengan nominal pembelian yang terjangkau, salah satunya layanan Tabungan Emas Pegadaian melalui aplikasi Tring! by Pegadaian.
2. Tabungan Dolar
Tabungan dolar menjadi pilihan investasi yang cukup diminati ketika nilai rupiah melemah. Instrumen ini memanfaatkan perubahan kurs mata uang asing terhadap rupiah.
Strateginya dilakukan dengan membeli dolar saat nilai rupiah masih kuat, kemudian menyimpannya hingga kurs dolar naik. Ketika rupiah melemah, nilai simpanan dalam dolar ikut meningkat.
Investasi ini cocok bagi masyarakat yang memiliki kebutuhan mata uang asing di masa depan, seperti biaya pendidikan, perjalanan luar negeri, atau transaksi internasional lainnya.
3. Obligasi Ritel Indonesia (ORI)
ORI merupakan surat utang negara yang ditawarkan kepada individu warga negara Indonesia. Instrumen ini cukup diminati karena memiliki risiko relatif rendah dan legalitas yang jelas dari pemerintah.
Selain menawarkan imbal hasil yang stabil, ORI juga cocok bagi investor yang mencari instrumen investasi dengan tingkat keamanan lebih terukur saat kondisi ekonomi sedang bergejolak.
Itulah penjelasan mengenai penyebab rupiah melemah dan beberapa jenis investasi yang dapat dipertimbangkan saat nilai tukar berada di bawah tekanan.
Editor: Mastur Huda











