SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Peguron Cimande Maung Banten tengah mematangkan persiapan sejumlah atlet terbaiknya untuk tampil pada ajang pencak silat bergengsi Indonesia Pencak Silat Banten Championship 2026.
Event tingkat nasional tersebut rencananya akan digelar di Gelanggang Remaja Ciceri, Kota Serang, pada 28–30 Agustus 2026.
Ketua Cimande Maung Banten, Tubagus Syaefullah mengatakan, kejuaraan tersebut menjadi salah satu event pencak silat paling bergengsi yang akan menghadirkan atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.
“Ini event nasional dan sangat bergengsi. Banyak atlet-atlet silat terbaik yang akan tampil,” ujar Syaefullah, Kamis (28/5/2026).
Meski demikian, pihaknya belum memastikan jumlah atlet yang akan diterjunkan. Menurutnya, Cimande Maung Banten hanya akan menurunkan pesilat yang benar-benar siap secara teknik, fisik, maupun mental.
“Kita tidak semua turun. Untuk siapa saja yang akan tampil masih dalam tahap penentuan, karena kami ingin menurunkan atlet yang benar-benar siap,” katanya.
Ia mengungkapkan, antusiasme para atlet menyambut kejuaraan tersebut sangat tinggi. Intensitas latihan pun terus ditingkatkan demi memaksimalkan persiapan menghadapi persaingan ketat di level nasional.
“Anak-anak sudah tidak sabar ingin ikut event ini. Bagi mereka, ini kesempatan besar yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” ungkapnya.
Menjelang kejuaraan tersebut, Cimande Maung Banten memiliki modal kepercayaan diri yang cukup kuat. Dalam ajang IPSI Kabupaten Serang Cup 3 yang digelar sebelumnya, para pesilat Cimande Maung Banten berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan memborong total 12 medali, terdiri dari empat medali emas, tiga perak, dan lima perunggu.
Capaian itu semakin mempertegas eksistensi Cimande Maung Banten sebagai salah satu perguruan pencak silat yang konsisten melahirkan atlet berprestasi di wilayah Banten, khususnya Kabupaten Serang.
Syaefullah menilai, raihan tersebut merupakan hasil dari pembinaan atlet yang dilakukan secara berkesinambungan melalui latihan disiplin, evaluasi rutin, serta penguatan mental bertanding.
“Alhamdulillah, Cimande Maung Banten masih konsisten meraih medali emas di setiap kejuaraan. Ini hasil dari kerja keras atlet, pelatih, dan seluruh keluarga besar perguruan,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan dalam setiap kejuaraan tidak hanya dipandang dari sisi kemenangan, tetapi juga sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas atlet ke depannya.
“Setiap pertandingan menjadi proses belajar. Kami terus mengevaluasi kekurangan agar performa atlet semakin berkembang,” tuturnya.
Editor: Bayu Mulyana











