CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Kota Tangerang semakin menunjukkan dominasinya pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XII Banten 2026. Hingga pembaruan klasemen pada Senin 15 Juni 2026 pukul 22.06 WIB, Kota Tangerang masih kokoh di puncak klasemen sementara dengan koleksi 65 medali emas.
Perolehan tersebut membuat Kota Tangerang unggul cukup jauh dari para pesaingnya.
Kontingen Kota Tangerang saat ini mengoleksi total 153 medali yang terdiri atas 65 emas, 47 perak, dan 41 perunggu. Posisi kedua ditempati Kota Tangerang Selatan dengan raihan 33 medali emas, 46 perak, dan 33 perunggu atau total 112 medali.
Sementara itu, Kabupaten Tangerang berada di peringkat ketiga dengan koleksi 27 medali emas, 30 perak, dan 35 perunggu atau total 92 medali. Adapun tuan rumah Kota Cilegon masih bertahan di posisi keempat klasemen sementara.
Kontingen Kota Baja mengumpulkan 23 medali emas, 18 perak, dan 28 perunggu dengan total 69 medali. Di bawah Kota Cilegon terdapat Kota Serang yang menempati posisi kelima dengan raihan 10 medali emas, 11 perak, dan 21 perunggu. Meski hanya memiliki 10 medali emas, Kota Serang mengoleksi total 42 medali.
Sementara itu, Kabupaten Lebak berada di urutan keenam dengan delapan medali emas, 16 perak, dan 28 perunggu atau total 52 medali. Kabupaten Pandeglang menempati posisi ketujuh dengan raihan delapan emas, lima perak, dan 25 perunggu.
Adapun Kabupaten Serang masih berada di posisi kedelapan dengan koleksi enam medali emas, tujuh perak, dan 16 perunggu atau total 29 medali. Secara keseluruhan, hingga Senin malam telah diperebutkan sebanyak 587 medali yang terdiri atas 180 medali emas, 180 medali perak, dan 227 medali perunggu.
Persaingan klasemen masih akan terus berlangsung sengit seiring masih berlangsungnya sejumlah cabang olahraga yang berpotensi menambah perolehan medali bagi masing-masing daerah. Meski peluang mengejar Kota Tangerang semakin berat, perebutan posisi tiga besar masih terbuka bagi sejumlah kontingen, termasuk Kota Cilegon yang terus berupaya menambah pundi-pundi medali di hadapan publik sendiri.
Editor : Rostinah











