LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, menegaskan pentingnya mengembalikan kebanggaan terhadap pangan lokal sebagai langkah strategis dalam menghadapi berbagai tantangan global.
Pemkab Lebak mengajak masyarakat untuk mengubah paradigma terhadap pangan lokal seperti singkong, talas, jagung, dan berbagai hasil umbi-umbian lainnya.
Asisten Daerah (Asda) II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Lebak, Rahmat mengatakan di tengah ancaman perubahan iklim, gejolak harga pangan global, serta potensi krisis pangan dunia, Pemkab Lebak berkomitmen untuk memperkuat ketahanan pangan di daerah yang di pimpin Bupati Hasbi Jayabaya ini.
“Pemkab lebak terus memperkuat produksi terhadap pangan lokal seperti singkong, talas, jagung, dan berbagai hasil umbi-umbian lainnya. Pangan-pangan tersebut bukan sebagai pangan kelas dua, melainkan bagian dari identitas budaya yang sekaligus menjadi sumber ketahanan pangan di masa depan,” kata mantan kepala dinas pertanian lebak ini, Rabu 17 Juni 2026.
Lantaran itu, kata Rahmat diversifikasi konsumsi pangan menjadi kebutuhan yang sangat strategis saat ini.
“Semakin beragam pangan yang kita konsumsi, semakin kuat pula ketahanan pangan daerah kita,” ujar Rahmat.
Guna mewujudkan hal tersebut, Pemkab Lebak berkomitmen untuk terus mendorong beberapa langkah konkret, yaitu pengembangan potensi lokal dengan memaksimalkan hasil pertanian asli daerah, Hilirisasi produk pangan dengan meningkatkan nilai tambah komoditas agar lebih berdaya saing.
”Penguatan UMKM kuliner dengan mendukung para pelaku usaha mikro bergerak maju mempromosikan pangan lokal, serta Edukasi B2SA yaitu menanamkan kesadaran di masyarakat mengenai pentingnya pola konsumsi Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA),” katanya.
Editor: Abdul Rozak











