SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menyalurkan sebanyak 600 paket sembako kepada anak yatim dan masyarakat sekitar dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.
Bantuan tersebut berasal dari dana zakat yang dihimpun dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Serang.
Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis pada peringatan 1 Muharram yang digelar di Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Serang.
Selanjutnya, paket sembako akan didistribusikan secara bertahap melalui enam kecamatan dan sejumlah lokasi lain yang telah ditetapkan.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Serang, Tatang Taufik Rohman mengatakan, pembagian bantuan pada acara peringatan Tahun Baru Islam hanya dilakukan secara simbolis karena bertepatan dengan rangkaian kegiatan resmi.
“Ada 600 paket. Yang tadi dibagikan itu simbolis karena waktunya berbarengan dengan acara resmi. Selanjutnya bantuan ini akan dibagikan oleh pimpinan masing-masing kecamatan,” kata Tatang, Kamis, 25 Juni 2026.
Menurutnya, setiap kecamatan mendapatkan alokasi sebanyak 50 paket sembako yang akan disalurkan kepada anak yatim yang telah terdata.
Selain itu, sekitar 150 paket bantuan dialokasikan bagi warga di lingkungan RT Hauzan dan RT Bogeg yang berada di sekitar kawasan Puspemkot Serang.
Sementara sisa paket lainnya akan didistribusikan melalui sejumlah agenda sosial yang telah dijadwalkan, termasuk melalui Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas), wilayah Kepandean, dan beberapa titik lainnya.
Tatang menjelaskan, seluruh bantuan tersebut telah diprogramkan sebelumnya sebagai bagian dari kegiatan sosial Pemkot Serang pada momentum Tahun Baru Islam.
Adapun paket sembako yang diberikan berisi sejumlah kebutuhan pokok masyarakat, seperti beras, minyak goreng, dan mi instan.
Ia mengatakan, penyaluran bantuan melalui kecamatan dipilih untuk memastikan seluruh penerima yang berhak dapat terjangkau dengan baik.
Pasalnya, data anak yatim penerima bantuan telah dihimpun dari berbagai lembaga yang selama ini melakukan pendataan dan pembinaan.
“Anak yatimnya sudah terdata di BAZNAS, DMI, dan Bagian Kesra. Kalau dibagikan di sini semua, takut ada yang terlewat. Nanti di camat masing-masing yang akan menyalurkan,” ujarnya.
Tatang menuturkan, program bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial pemerintah kepada masyarakat sekaligus upaya memaksimalkan manfaat zakat yang dihimpun dari para ASN.
Ia mengungkapkan, seluruh paket bantuan yang dibagikan pada momentum 1 Muharram tahun ini tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Tahun kemarin malah tidak ada. Ini sumber dananya dari zakat para Pegawai Negeri Sipil (PNS), bukan dari APBD,” katanya.
Menurut Tatang, zakat yang dihimpun dari ASN diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama anak yatim dan kelompok rentan lainnya.
Editor: Bayu Mulyana











