SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Banten menggelar kegiatan Lebaran 1.000 Yatim dan Dhuafa di Masjid Agung Ats Tsauroh, Kota Serang, Kamis, 2 Juli 2026.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus mengajak masyarakat meningkatkan semangat berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah. Acara dihadiri Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah, Ketua Baznas Provinsi Banten Wawan Wahyudin, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, serta ratusan tamu undangan. Sebanyak 1.000 anak yatim dan dhuafa menerima santunan berupa uang tunai, Alquran, alat tulis, makanan ringan, dan tas sekolah.
Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah mengatakan, zakat bukan hanya menjadi kewajiban umat Islam, tetapi juga memiliki manfaat besar dalam membangun kepedulian sosial. Menurutnya, harta yang dikeluarkan di jalan Allah akan menjadi investasi amal yang bernilai di akhirat.
“Salurkanlah hak kita di jalan Allah, salurkanlah untuk kepentingan orang banyak. Harta yang kita salurkan itulah yang menjadi tabungan kita di akhirat. Zakat juga menyucikan jiwa, raga, dan harta kita. Karena itu saya mengapresiasi Baznas Banten yang terus menghadirkan program-program sosial seperti Lebaran 1.000 Yatim ini,” ujar Dimyati saat berada di Masjid Agung Ats Tsauroh.
Ia menambahkan, ajaran Islam mengajarkan umatnya untuk meninggalkan amal yang bermanfaat melalui ilmu, amal kebajikan, dan kepedulian kepada sesama. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa zakat mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat yang membutuhkan sekaligus mempererat rasa persaudaraan.
Sementara itu, Ketua Baznas Provinsi Banten, Wawan Wahyudin mengatakan, tahun ini setiap anak yatim yang mengikuti kegiatan mendapatkan bantuan lebih lengkap dibandingkan tahun sebelumnya. Selain santunan uang tunai sebesar Rp250 ribu, para penerima manfaat juga memperoleh Alquran, alat tulis, makanan ringan, dan tas sekolah.
“Alhamdulillah tahun ini setiap anak yang kami undang mendapatkan Alquran, yang sebelumnya belum ada. Harapan kami mereka semakin semangat belajar dan tidak minder sebagaimana teladan Rasulullah SAW. Ke depan kami ingin program ini diperluas, tidak hanya untuk anak yatim, tetapi juga menjangkau penyandang disabilitas, pengemudi ojek online, dan kelompok masyarakat lain yang membutuhkan,” kata Wawan.
Program Lebaran 1.000 Yatim dan Dhuafa merupakan agenda sosial Baznas yang bertujuan memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat kurang mampu. Kegiatan tersebut juga sejalan dengan tugas Baznas, yaitu menghimpun dan menyalurkan dana zakat secara efektif, transparan, dan tepat sasaran.
Melalui kegiatan tersebut, Pemprov Banten bersama Baznas mengajak semua masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah terus meningkat. Semakin besar partisipasi masyarakat, semakin luas pula manfaat yang dapat dirasakan oleh kelompok rentan sehingga semangat gotong royong dan kepedulian sosial di Banten dapat terus terjaga.
Editor : Rostinah











