PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang mencatat tiga dari 35 kecamatan di daerah itu mulai mengalami kekeringan akibat musim kemarau, sesuai prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Ketiga kecamatan yang terdampak yakni Kecamatan Cadasari, Angsana, dan Sindangresmi. BPBDPK pun mulai menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang mengalami krisis air.
Sekretaris BPBDPK Kabupaten Pandeglang, Nana Mulyana, mengatakan laporan kekeringan diterima melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) berdasarkan permohonan bantuan air bersih dari pemerintah desa.
“Baru tiga kecamatan, yakni Kecamatan Cadasari, Angsana, dan Kecamatan Sindangresmi,” katanya, Selasa, 14 Juli 2026.
Nana menjelaskan, apabila musim kemarau berlangsung hingga Agustus dan September sesuai prediksi BMKG, wilayah yang mengalami kekeringan diperkirakan akan terus bertambah.
“Kalau sesuai prediksi BMKG musim kemarau berlangsung sampai Agustus dan September, maka wilayah yang mengalami kekeringan akan semakin meluas,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, BPBDPK telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Banten guna menambah armada distribusi air bersih.
“Kami sudah berkomunikasi dengan BPBD Provinsi Banten dan alhamdulillah akan dibantu satu unit truk tangki. Kami juga akan berkoordinasi dengan PMI dan pihak lainnya,” katanya.
Saat ini BPBDPK memiliki tiga unit mobil tangki. Dua unit telah dioperasikan untuk mendistribusikan air bersih kepada warga, sementara satu unit disiapkan sebagai pendukung operasional mobil pemadam kebakaran.
“Dua unit kami kerahkan untuk pengiriman air bersih, sedangkan satu unit disiapkan untuk membackup mobil damkar,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Kampung Siaga Bencana (KSB) Provinsi Banten, Beni Madsira, mengatakan pihaknya bersama BPBDPK baru saja menyalurkan bantuan air bersih ke Kampung Bojong Koneng, Desa Cipinang, Kecamatan Angsana.
“Pengiriman air bersih dilakukan langsung oleh Kasi Kedaruratan BPBDPK. Ini merupakan pengiriman ketiga untuk wilayah tersebut,” katanya.
Menurut Beni, bantuan tersebut diberikan setelah pemerintah desa mengajukan permohonan kepada BPBDPK. Saat ini, sedikitnya lima desa di Kecamatan Angsana mulai terdampak kekeringan.
Ia mengapresiasi respons cepat Pemerintah Kabupaten Pandeglang dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
“Terima kasih kepada Ibu Bupati, Wakil Bupati, dan Kepala BPBD yang merespons cepat keluhan masyarakat dengan segera mengirimkan bantuan air bersih,” ujarnya.
Beni menambahkan, setiap musim kemarau terdapat tujuh desa di Kecamatan Angsana yang berpotensi mengalami kekeringan, yakni Desa Karangsari, Padamulya, Cipinang, Kadubadak, Padaherang, Angsana, dan Keramatmanik.
“Namun saat ini yang kondisinya paling parah adalah Desa Cipinang dan Desa Kadubadak,” katanya.*
Editor : Krisna Widi Aria











