SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ratusan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang telah beroperasi di Provinsi Banten hingga kini masih mengandalkan modal swadaya dari para anggotanya. Bantuan pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) maupun bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) belum diterima.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten, Agus Mintono, mengatakan dari 694 gerai koperasi yang telah beroperasi, modal awal masih berasal dari simpanan pokok, simpanan wajib, dan iuran sukarela anggota.
“Jadi modalnya masih swadaya dari masing-masing anggota. Koperasi itu belum ada yang mendapat pembiayaan dari LPDB atau Bank Himbara,” katanya di Pendopo Gubernur Banten, Rabu, 15 Juli 2026.
Meski demikian, beberapa daerah telah memperoleh dukungan pembiayaan dari pemerintah daerah maupun sektor swasta. Di Kabupaten Tangerang, misalnya, sebanyak 274 koperasi mendapat bantuan modal awal sebesar Rp100 juta per koperasi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) pihak ketiga.
Sementara itu, Pemerintah Kota Cilegon memberikan bantuan stimulan sebesar Rp10 juta kepada setiap koperasi yang telah dibentuk.
Agus menjelaskan, seluruh gerai Koperasi Desa Merah Putih nantinya akan dibangun dengan desain yang seragam dan disiapkan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara. Produk yang dijual di setiap gerai akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing desa atau kelurahan.
Ia menambahkan, Koperasi Desa Merah Putih berstatus sebagai koperasi primer sehingga keanggotaannya dibatasi bagi warga yang memiliki KTP di desa atau kelurahan setempat. Skema tersebut diterapkan agar manfaat ekonomi, termasuk pembagian sisa hasil usaha (SHU) serta layanan simpan pinjam, dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat setempat.
“Jadi isi gerainya akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sekitar,” pungkasnya.*
Editor : Krisna Widi Aria











