CILEGON – Mahasiswa digadang-gadang menjadi lumbung suara baru bagi kandidat pasangan calon (paslon) Walikota dan Wakil Walikota dalam Pilkada Cilegon 2015 untuk meraup dukungan suara. Sebagai pemilih pemula, mahasiswa juga dipandang sebagai salah satu kelompok yang mampu diajak berdiskusi terutama dalam hal program kerja dan visi misi pasangan calon.
Hal itu diungkapkan oleh pengamat politik sekaligus dosen STIE Al Khairiyah, Edi M Abduh, saat menjadi pembicara dalam Focus Group Discussion (FGD) Pilkada Cilegon 2015 dengan tema ‘Meretas Pemilh Cerdas dan Pemimpin Amanah’ bersama penyelenggara pemilu di aula kampus Fakultas Teknik Untirta Cilegon, Kamis (19/11/2015).
“Harusnya memang dari pasangan calon sendiri itu jemput bola. Supaya dapat meyakinkan mereka (mahasiswa) untuk menentukan mana pemimpin yang amanah dan berkualitas melalui visi misi dan programnya,” ujarnya.
Ia mengatakan, selain dapat mengkaji visi misi dan program kerja paslon, melalui momen debat kandidiat, mahasiswa juga dapat melakukan kajian tersendiri terkait dengan penataan ekonomi, sosial, politik di Kota Cilegon untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan agar Cilegon dapat melahirkan pemimpin yang berkualitas dan amanah. “Bisa dilihatlah, seperti dari sarana penunjang pendidikan, ataupun ketersediaan fasilitas umum yang dibutuhkan. Dari situ, mahasiswa dapat melihat kemauan dan kemampuan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon, Fathullah Hasyim, menegaskan selain sebagai garda terdepan untuk melahirkan pemilih cerdas, mahasiswa juga dapat berperan aktif dalam perhelatan pilkada. “Termasuk bila ada tahapan ataupun hal-hal lain dalam pelaksanaan Pilkada yang diduga bertentangan, mahasiswa juga bisa menyampaikannya langsung untuk meluruskan kerja penyelenggara Pilkada,” katanya.
Senada dikatakan oleh Ketua Panwaskada Kota Cilegon, Achmad Achrom. Ia menuturkan, keterbatasannya jumlah personel penyelenggara Pilkada, diharapkan turut menjadi perhatian mahasiswa untuk dapat andil berperan agar Pilkada dapat berjalan dengan baik guna tegaknya demokrasi.
“Mahasiswa bisa menjadi corong kami dalam mengawal demokrasi Pilkada Cilegon. Karena mahasiswa kan lebih leluasa dan jumlahnya pun lebih banyak. Kami juga membuka pintu lebar, bila mahasiswa ingin mengetahui segala sesuatu tentang Panwas,” ujarnya (Devi Krisna)








