SERANG – Polda Banten menegaskan bahwa teror pembakaran seragam dan dua unit kendaraan roda dua milik anggota kepolisian tidak ada kaitan dengan aksi teror ISIS di Ibu Kota, Jakarta. Pembakaran tersebut dianggap sebagai kejadian kriminal biasa yang tidak ada kaitan dengan anggota kelompok radikal yang ada di Banten.
Baca Juga : Aksi Teror, Motor Polwan Dibakar Kelompok Massa di Pandeglang
“Jauh sekali (kaitan dengan ISIS) dan itu bukan anggota Polwan Polda Banten. Itu anggota Polres Pandeglang,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Banten AKBP Ermayadi kepada wartawan melalui sambungan telepon, Jumat (15/1/2016).
Terkait dugaan ke arah terorisme, Ermayadi menampik bahwa aksi tersebut dilakukan oleh anggota radikal yang sebelumnya tercatat berada di dalam wilayah hukum Polda Banten. Informasi dari Direktorat Intelijen dan Keamanan Polda Banten, terdapat 46 anggota radikal di Banten yang terindikasi berafiliasi kepada ISIS.
Sebelumnya diberitakan, aksi teror kepada anggota kepolisian Polda Banten di Cadasari, Pandeglang terjadi begitu mengejutkan warga sekitar. Jumat (15/1/2016) dini hari sekitar pukul 03.30 WIB, tiga orang tidak dikenal mengendarai satu unit motor dan menghampiri rumah kontrakan polisi wanita (Polwan) anggota Polda Banten Kampung Cadasari Bangun, RT01/01, Desa Cadasari, Pandeglang. (Wahyudin)








