SERANG – Rano Karno dan Mulyadi Jayabaya (JB) memiliki kans besar yang sama untuk diusung sebagai calon gubernur dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Keduanya dinilai sebagai kader terbaik PDIP saat ini yang layak diusung di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten 2017. Meski demikian, partai berlambang banteng moncong putih ini belum merekomendasikan salah satunya. PDIP baru akan melakukan penjaringan calon bulan ini.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Banten HM Sukira mengatakan, berdasarkan instruksi dari DPP, penjaringan bakal calon gubernur bulan ini harus dimulai. Untuk itu, pihaknya sedang mematangkan persiapan. “Kami harapkan proses penjaringan sudah bisa dilakukan dalam waktu dekat,” kata Sukira diberitakan koran Radar Banten hari ini.
Sukira menambahkan, tugas DPD hanya melakukan penjaringan bakal calon gubernur, sementara keputusan akhir ada di tangan DPP. “Semakin banyak kader di internal PDIP yang potensial untuk diusung itu semakin baik. Nantinya DPP yang mengambil keputusan,” katanya.
Dikatakan Sukira, banyak kader partai yang layak diusung. “Semua kader memiliki peluang yang sama, tinggal nanti DPP yang menentukan pilihan,” katanya seraya menambahkan, setelah proses penjaringan dilakukan pihaknya akan bersiap menggelar rakerdasus.
Terpisah, anggota DPRD Banten dari Fraksi PDIP Ananta Wahana mengatakan, DPD belum membentuk panitia penjaringan bakal calon gubernur. “Setahu saya panitianya belum dibentuk, mungkin dalam waktu dekat,” katanya.
Terkait sosok Rano Karno dan Mulyadi Jayabaya yang digadang-gadang sebagai figur yang paling berpeluang diusung PDIP dalam Pilgub 2017, Ananta enggan menilai persaingan di antara keduanya. “Bagi saya, makin banyak kader yang potensial itu semakin baik bagi partai karena lebih banyak pilihan,” ungkapnya.
Mantan anggota DPRD Banten dari Fraksi PDI Perjuangan Agus R Wisas mengatakan, di internal PDI Perjuangan sosok yang bisa menyaingi Rano untuk diusung dalam pilgub 2017 cukup banyak, salah satunya Mulyadi Jayabaya yang saat ini menjabat Ketua Kadin Banten.
“Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan, tapi sama-sama punya pengalaman menjadi kepala daerah. Tinggal bagaimana nanti pertimbangan dari DPP,” ungkapnya. (RBG)







