CILEGON – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Persatuan Perjuangan Masyarakat Cilegon (PPMC) meragukan kinerja Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cilegon yang mengetes urine anggota DPRD Kota Cilegon. PPMC menilai BNN tebang pilih antara pejabat dengan masyarakat kecil.
Ketua PPMC Cilegon Mulyadi Sanusi mengatakan, adanya desas-desus dua orang anggota DPRD Cilegon yang terindikasi narkoba merupakan kewajaran sebab sejak proses tes urine dilakukan terkesan tidak transparan.
“Kami meragukan kinerja BNN Cilegon. BNN Cilegon tidak setajam BNN Pusat,” ujar Mulyadi, saat dihubungi melalui telepon selular, Sabtu (9/4/2016).
Mulyadi juga melihat ada kejanggalan saat proses tes urine. “Saat kita baca di salah satu media ada dua orang anggota dewan yang terindikasi narkoba. Kami segera menghubungi pihak BNN, kemudian BNN mengakuinya namun tidak bisa menyebutkan namanya. Tapi anehnya, setelah ke esokan harinya Ketua Dewan Cilegon mengatakan bahwa hasil tes urine semua negatif,” katanya.
Mulyadi berharap agar BNN Pusat dapat meninjau kinerja BNN Cilegon. Ia juga mengaku siap untuk membantu pihak BNN untuk memerangi narkoba di kota baja ini.
“Kami mendukung tugas BNN dan kami pun mendukung BNN tanpa tebang pilih. Karena kacamata kita juga sama bahwa di Kota Cilegon ini sudah rawan narkoba. Tapi jangan hanya masyarakat bawah atau masyarakat kecil saja yang dipolisikan atau dipidanakan,” ujarnya.
Kepala BNN Cilegon Sopyan Girsang enggan berkomentar saat ditanyakan hasil tes urine. “Sudah diumumkan pak ketua dewan kemarin, jadi mengenai hasilnya ke beliau saja ya! Thanks!,” ujar Sopyan melalui pesan singkat. (Riko)








