SERANG – Hasil skoring tim panahan Pelatda PON Banten dinilai belum mendekati target yang dicanangkan tim pelatih. Hasil tersebut dinilai tim pelatih saat arjuna dan srikandi PON Banten menjalani skoring (penilaian hasil panahan) dan evaluasi teknik yang digelar di lapangan Sukun, Kota Tangerang akhir pekan lalu.
Dari enam atlet pelatda PON, hanya lima atlet yang mengikuti babak skoring. Kelima pemanah yang melakukan skoring adalah Risda Amalia (nomor compound putri), Riska Monika Dewi (nomor compound putri), Ambarwati (nomor compound putri), Tsania Febriani (nomor nasional putri), Fajar Azhari (nomor compound putra). Sedangkan Indra Prasetyo (nomor compound putra) tidak dapat mengikuti tes skoring lantaran tengah menjalani dinas di kesatuan TNI di Malang.
Mengomentari hasil tes skoring atlet, Pelatih Panahan Banten Jaja mengatakan, skor yang dicatat masing-masing atlet masih belum mendekati target yang dicanangkan. Di mana jumlah skor yang dicatat rata-rata berbeda 20 poin dari target yang ditetapkan. “Kami menargetkan setiap babak skoring yang diraih atlet berbeda. Skoring yang kami lakukan pada periode ini adalah untuk mencapai posisi tiga besar. Dimana dari hasil kejurnas dan Pra-PON, nilai untuk posisi tiga besar adalah 670 poin. Sedangkan skor yang diraih anak-anak baru mendekati saja,” kata Jaja kepada Radar Banten, Selasa (12/4/2016).
Jaja menambahkan, dari lima pemanah yang melakukan skoring, hanya Risda Amalia yang mendekati poin tersebut. Di mana peraih medali emas Pra-PON itu mencapai total poin 660. sementara Fajar ada di posisi kedua dengan mengemas total 654 poin. “Hasil ini menjadi catatan buat kami tim pelatih sebagai bahan evaluasi. Pelaksanaan pelatda kini memasuki tahapan persiapan khusus yang salah satunya untuk meningkatkan kualitas bidikan, skill, dan teknik atlet. Kita akan berupaya keras meningkatkan capain skor atlet,” imbuhnya.
Sementara itu, Asisten Pelatih Panahan Banten Imam Sugirman menyatakan, meski belum memenuhi target tim pelatih, tapi ia menilai hasil skoring lima pemanah Banten mengalami peningkatan dari sebelumnya. “Kalau dibandingkan dengan skor sebelumnya memang ada peningkatan. Hanya saja skor yang diinginkan tim pelatih belum mampu dipenuhi atlet. Tapi yang terpenting adalah selalu ada grafik peningkatan skor atlet,” ucapnya. (Andre AP/Radar Banten)










