CILEGON – Provinsi Banten khususnya Kota Cilegon, sebagai gerbang yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera saat ini merupakan salah satu wilayah yang termasuk daerah rawan peredaran narkoba. Kapolda Banten Brigjen Pol Ahmad Dofiri mengaku saat ini bukan hanya Banten yang rawan narkoba, tapi juga daerah lain di Indonesia.
“Masalah narkoba itu bukan hanya di Cilegon, orang Pak Presiden (Joko Widodo,-red) mengatakan bahwa Indonesia itu sudah darurat narkoba. Cilegon ini bagaimana juga kota industri, wisata, dan sebagainya jadi sangat memungkinkan,” ujar Ahmad Dofiri, seusai menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-91 Al-Khairiyah di Cilegon, Rabu (18/5).
Dijelaskan Dofiri, upaya memberantas peredaran narkoba yang saat ini tengah mengancam Indonesia bukan hanya terletak pada pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama pihak Kepolisian saja, namun juga sudah mutlak kewajiban dari unsur masyarakat lainnya.
“Makanya, kita bukan hanya polisi saja, TNI, bersama dengan unsur masyarakat lain. Terutama tadi, jadi jangan narkoba hanya dengan nangkep-nangkep saja, tapi yang paling penting adalah pencegahannya,” ujarnya.
Pencegahan peredaran narkoba yang dimaksud, sambung Dofiri, adalah dengan membentengi orang terdekat seperti keluarga dan tetangga dengan ajaran akhlak yang baik. Ia juga memastikan selalu berkoordinasi dengan pihak BNN terkait persoalan narkoba.
“Dengan benteng akhlakul karimah dari teman kerja kita, tetangga kita, keluarga kita dan lingkungan sekolah ini yang paling penting dari pada hanya menangkap. Semua tempat akan kita perketat tanpa ada pengecualian, kita juga selalu berkoordinasi dengan pihak BNN,” katanya. (Riko)









