SERANG – Wakil Walikota Serang Sulhi mengimbau masyarakat agar lebih peka dalam menjaga dan melindungi anak-anak dari perilaku kekerasan. Mereka harus mendapat perlindungan yang baik. Kasus-kasus kekerasan yang terjadi saat ini, para pelaku dan korbanya adalah anak-anak.
“Maka anak-anak kita harus dilindungi. Mereka jangan dianggap remeh. Kita sebagai orang tua harus merangkul dan mendidik mereka dengan baik. Maka saya menyarankan anak-anak mesti disekolahkan sambil dipesantrenkan. Hal itu menjadi lebih baik buat pertumbuhan (mental) anak,” ujarnya saat sambutan sosialisasi pencegahan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak di gedung PKPRI Kota Serang, Senin (23/5/2016).
Sulhi menjelaskan, kasus-kasus itu terjadi lantaran anak-anak kurang mendapat tempat yang baik di mata orang dewasa. Maka dari itu anak-anak harus dididik secara baik yaitu pemahaman agamanya harus lebih baik. “Saya menyarankan kepara orang tua bisa menyekolahkan anaknya di pesantren-pesantren,” kata Sulhi.
Ratih Rachmawati, Kepala Bidang Perlindungan Anak dari Kekerasan pada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, mengatakan, banyak kasus kekerasan anak karena peran orang tua dan lingkungan sangat buruk. “Orang tua lemah dalam mendidik dan mengawasi perkembangan anak. Padahal lingkungan di masyarakat sangat buruk. Jadi saat ini peran orang tua dan tokoh masyarakat kurang kuat dalam menjaga anak-anak dari bahaya lingkungan luar,” ucapnya.
“Maka dari itu , kita sebagai orang tua harus merangkul anak-anak dengan tepat yaitu dengan cara mengintervensi mereka dengan didikan yang baik. Seperti ucapkan kata-kata yang positif dan mengedukasi pada anak-anak agar mereka tumbuh dan berkembang menjadi anak-anak yang baik,” ujarnya.
Ratih mengatakan, para orang tua dan tokoh masyarakat harus membangun sinergitas yang baik. “Kasus kekerasan terhadap anak karena peran lingkungan dan orang tua lemah. Jadi kita harus membangun komunikasi yang baik dan positif. Terutama orang tua terhadap anak harus terjalin hubungan emosional yang kuat. Maka dari itu jadikan anak sebagai sahabat,” ujarnya. (Ade F)









