Kening Alisa (34), nama samaran, tidak henti-hentinya mengerut melihat Henry (37), nama samaran suaminya. Sebab sang suami berubah drastis sepulang mengikuti program pertukaran guru sekolah dengan negara Tionghoa. Alisa bahkan sampai tidak bisa mengenali suaminya lagi. Saking berubahnya, itu membuat Alisa mendaftarkan gugatan cerai ke Pengadilan Agama. Wah, separah itu kah?
Menurut Alisa, perubahan Henry benar-benar parah, hingga 180 derajat. Hal-hal yang berubah pada diri Henry, adalah sikap paling prinsipil yang sebelumnya ditentang Henry. “Dulu saya suka dengan pribadi Mas Henry. Dia alim dan kalem, Mas Henry pun enggak pernah macam-macam. Tapi sekarang astaga, saya sampai tidak bisa mengenalinya lagi,” katanya.
Alisa lalu membeberkan beberapa perubahan yang terjadi pada Henry. Berawal dari ketaatan pada agama, Henry tidak lagi salat lima waktu. Kemudian sang suami pun senang mengonsumsi film-film porno. Bahkan dia mengoleksi sejumlah buku bergambar model tanpa busana yang ia dapat dari Tionghoa. “Pulang dari sana, dia bawa oleh-oleh majalah-majalah porno. Selain itu, ia juga koleksi film-film porno yang ia simpan pada laptop,” ujarnya.
Henry adalah seorang guru di sebuah sekolah swasta. Kariernya sebagai guru cukup cemerlang, sebab ia jago membuat konsep belajar aktif sehingga membuat murid tersugesti menyenangi edukasi sekolah. “Mas Henry itu guru teladan, dia disukai oleh kepala sekolah dan pemilik yayasan. Ia itu baru dibajak dari sekolahnya yang dulu. Sesuai ekspektasi, dia bisa membuat sekolah yang sekarang menjadi lebih hidup,” katanya.
Gara-gara kreatif dan inovatif dalam membuat program belajar mengajar, Henry dikirim ke Tionghoa melalui program pertukaran guru. Henry diutus untuk memperdalam konsep pendidikan modern di Kota Nanning, Provinsi Guangxi Zhuang. “Program pertukaran guru memakan waktu enam bulan. Jadi Mas Henry dan dua temannya pergi ke Tiongkok untuk mengajar, tiga guru dari Tiongkok mengajar di sekolah Mas Henry,” ujarnya.
Selama berada di Tiongkok, Henry dan Alisa berkomunikasi via media sosial. Seperti BBM, WhatsApp, Line, Facebook, Instagram, dan lain-lain. “Kami jarang telepon, karena mahal. Jadi berkomunikasinya lewat pesan singkat, atau pasang foto di media sosial,” katanya.
Enam bulan berlalu, pulanglah Henry dari Tiongkok. Jelas saja Alisa girang setelah tidak bertemu dengan sang suami selama enam bulan lamanya. Namun ketika pulang, Alisa seperti bertemu dengan orang lain. “Wujudnya memang Henry, tapi kelakuannya kaya orang berengsek,” ujarnya dengan nada marah.
Selain dari hilangnya ketaatan terhadap agama dan hobi baru mengonsumsi gambar-gambar porno, Henry pun bersikap seperti orang baru belajar gaul. Mending kalau seperti orang gaul, tapi ini seperti orang sedang belajar gaul. “Mas Henry kelihatan culun, belagak gaul tapi gaul maksa. Saya benar-benar kaget,” ujarnya.
Maksud dari Alisa, Henry mencat rambutnya dengan warna cokelat terang. Rambutnya yang biasa belah tengah kini dibuat spike atau berdiri seperti paku. Selain itu, Henry pun sering mengenakan kalung rantai besar. Bahkan dia menggunakan topi kekinian yang sering digunakan rapper kulit hitam. “Kostum baru yang dipakai setelah pulang, itu dia beli di Tiongkok sana. Saya geli melihatnya, sebab suami yang saya kenal tidak begitu,” akunya.
Melihat perubahan drastis pada Henry, Alisa mendatangi dua teman Henry yang juga ikut program pertukaran guru. Meskipun membutuhkan waktu lama, akhirnya rahasia besar Henry selama di Tiongkok terkuak.
Ternyata suaminya telah berselingkuh dengan seorang model lokal di Nanning. Tidak sampai menjalin cinta sih, namun antara Henry dan si model sempat terjadi teman tapi mesra. “Jadi, si model perempuan itulah yang meminta Henry berpakaian ini dan itu,” katanya.
Sang model, lanjut Alisa, tinggal di sebuah apartemen yang kamarnya bersebelahan dengan kamar Henry. Perkenalan sang model dan Henry pun sebenarnya tidak lama, hanya dua bulan sebelum kepulangan Henry ke Tanah Air.
Namun yang membuat Alisa sakit hati, Henry ternyata sering mengintip sang model. Celah akibat keretakan tembok tempat mandi dan ganti baju si model, dimanfaatkan Henry dan dua temannya untuk mengintip. “Katanya, Henry paling semangat intip si model. Khususnya ketika mandi pagi dan malam,” jelasnya.
Henry pun semakin terobsesi dengan si model ketika ia berhasil menjalin kedekatan. Sayangnya, si model sudah memiliki pacar, sehingga Henry dibuat PHP oleh si model. “Mereka katanya sering jalan, tapi si model tidak mau jadi pacar. Jadi TTM (teman tapi mesra-red) begitu,” tuturnya.
Tampaknya, pengalaman enam bulan di Tiongkok membuat mental Henry menjadi jatuh. Di sekolah, kariernya runtuh karena Henry kehilangan kreativitasnya. Begitu juga di rumah, ia tidak lagi dipercaya sebagai kepala rumah tangga yang baik. Sebab kelakuan Henry yang berubah drastis membaut Alisa malu kepada orangtua dan tetangga. “Karena itu saya putuskan untuk bercerai saja,” terang Alisa. (Sigit/Radar Banten)









