SERANG – Penyebab kemacetan lalu lintas yakni parkir liar, pedagang kaki lima (PKL), bangunan liar, dan angkot mengetem sembarangan menjadi sorotan Pemkab Serang. Persoalan tersebut memperburuk citra daerah.
Pemkab Serang akan melakukan penertiban terhadap penyebab kemacetan lalu lintas itu. Rencana penertiban dilakukan pada 15 September dengan melibatkan 270 personel gabungan dari kepolisian, TNI, dan Satpol PP.
Rencana itu diputuskan dalam rapat rencana penertiban di Serang Timur di Aula Brigjen Syamun, kemarin. Rapat dipimpin Wakil Bupati Pandji Tirtayasa yang dihadiri pejabat terkait. Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Serang Hedi Tahap ditunjuk sebagai komandan dalam pelaksanakan eksekusi nanti.
Kata Pandji, penertiban sudah pasti dilakukan. “Kita sudah sepakati bahwa operasi penertiban dilaksanakan pada 15 September,” ujar Pandji kepada Radar Banten seusai rapat, Selasa (6/9).
Kata Pandji, penyebab kemacetan lalu lintas tidak bisa ditoleransi lagi. Jika persoalan tersebut dibiarkan, membawa dampak negatif terhadap Pemerintahan Kabupaten Serang. “Ini (penyebab kemacetan-red) bisa menjadi citra buruk bagi kita. Buktinya kemacetan terpelihara selama sekian tahun,” katanya.
Pandji menjelaskan, strategi penertiban dimulai pada bagian pinggir bangunan, lalu langsung melakukan pembongkaran terhadap bangunan liar. Tidak hanya itu, angkutan umum yang selama ini mengetem sembarangan akan menjadi sasaran operasi penertiban. “Sasaran operasi adalah bangunan liar, pedagang kaki lima, angkutan kota yang parkir sembarangan, dan tempat parkir liar yang memakai badan jalan,” sebutnya.
Tindak lanjut operasi itu, di lokasi penertiban akan mendapat pengawasan selama dua minggu. “Nanti kita terjunkan personel sebanyak 60 petugas untuk mengamankan hasil operasi. Bekas bangunan liar akan dibuang. Tidak ada uang pengganti bagi pemilik bangunan liar,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Hedi Tahap menambahkan, berbagai persiapan sudah dilakukan seperti personel serta alat yang akan digunakan. “Personel sudah siap. Mudah-mudahan tidak ada kendala,” katanya. (Irfan M/Radar Banten)










