SERANG – Kepala Bagian Satgas Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten Aldi Purwadi mengatakan, berdasarkan laporan dari BPBD Kabupten Lebak dan Kabupaten Serang, banjir yang terjadi kemarin sudah mulai surut.
“Sementara ini kondisi banjir yang terjadi kemarin di berbagai wilayah Banten sudah surut.” kata Aldi di ruang kerjanya, Senin (24/10).
Setiap terjadi bencana alam di tiap kabupaten atau kota, BPBD Banten siaga karena BPBD di tiap kabupaten dan kota masih kekurangan personel dan anggaran.
“Makanya kita setiap hari stand by saja di kantor. Apabila terjadi bencana alam, kami bisa langsung berangkat ke lokasi,” ucapnya.
Pihaknya selalu menyosialisasikan kepada masyarakat, apabila terjadi bencana alam yang pertama perlu dilakukan adalah tindakan menyelamatkan diri dan mengungsi.
Kemrain, di Kabupaten Lebak, ratusan unit rumah di tiga kecamatan terendam banjir dengan ketinggian mencapai satu meter. Tidak hanya itu, tiga rumah warga Kampung Cijongkol, Desa Parungkujang, Kecamatan Cileles, rusak akibat bencana longsor.
Ratusan rumah di Kabupaten Serang juga terendam. Berada di Desa Citasuk, Batukuwung, dan Barugbug, Kecamatan Padarincang. Air yang membanjiri permukimam berasal dari luapan Sungai Cikalumpang. Ketinggian air di permukiman rata-rata mencapai 70 cm hingga 80 cm.
Sementara di Kota Cilegon ada sekira 990 keluarga yang rumahnya tergenang banjir. Banjir terjadi pada Sabtu (22/10) malam sekira pukul 23.00 WIB. Mulai surut pada Minggu (23/10) pagi pukul 02.00 WIB. Di Kota Tangerang, hujan deras memutuskan dua kampung. Itu lantaran terendamnya Jalan Zidan Yasim setinggi 1,5 meter di Kelurahan Tajur, Kecamatan Ciledug, dan memutuskan Kampung Ciputat dan Kampung Tajur. Jalan Zidan Yasim terendam mulai Minggu (23/10) pagi. Akibatnya untuk kendaraan roda empat tidak bisa melintas. Sementara, kendaraan roda dua untuk bisa melintas harus didorong. (Ade F)










