JAKARTA – Soal aksi bela Islam II, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan, bakal ada 25 perwakilan umat muslim yang akan diterima pihak Istana Negara.
Ini dikatakan Tito setelah masa yang terdiri dari ormas Islam dan elemen masyarakat akan melakukan unjuk rasa pada Jumat 4 November, terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Menurut Tito, perwakilan pengunjuk rasa akan diterima Menteri Sekretaris Negara (Mesesneg) Pratikno, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, dan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin.
“Ada 25 orang delegasi yang masuk ke Istana,” ujar Tito di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (4/11), seperti dikutip JawaPos.com
Sementara, Komisi III DPR juga akan hadir ke Istana Negara, nantinya tiga menteri dan perwakilan dari pengunjuk rasa akan melakukan dialog.
“Teman-teman DPR juga akan menyampaikan aspirasinya,” katanya.
Mantan Kapolda Metro Jaya tersebut mengaku, para peserta ujuk rasa hanya akan melakukan aksinya di depan Istana Negara. Tidak melakukan di depan Gedung DPR karena akan menganggu arus lalu lintas.
“Kita sudah koordinasi dengan koordinator demo termasuk korlap-korlapnya,” ungkapnya.
Sekadar informasi, kasus dugaan penistaan agama bermula saat Ahok dalam kunjungannya ke Kepulauan Seribu, mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh dengan politisasi ayat suci Alquran dengan menggunakan Surat Al Maidah ayat 51 yang mengharuskan umat Islam tidak memilih pemimpin non muslim.(cr2/JPG)











