PANDEGLANG – Tugu asmaul husna yang berada di Jalan Raya Pandeglang-Serang tepatnya di Kelurahan Cigadung, Kecamatan Karangtanjung, dikomplain Bupati Irna Narulita. Ini terkait dengan adanya beberapa tulisan asmaul husna di tugu itu yang salah ejaannya.
Komplain langsung disampaikan Irna kepada Kabag Administrasi Pembangunan Pemkab Pandeglang Asep Rahmat selaku penanggung jawab proyek tersebut, dalam peninjauan proyek tugu asmaul husna, kemarin.
Ditemui usai peninjauan proyek tugu, Irna mengaku, telah mendapatkan masukan dari para pemuka agama agar melakukan perbaikan tulisan tugu asmaul husna, karena banyak ejaan yang salah. “Jadi, ada beberapa item yang harus disempurnakan. Untuk itu, Ibu meminta agar segera dilakukan perbaikan dan disempurnakan lagi,” katanya.
Selain soal ejaan, kata Irna, juga ada beberapa bagian yang harus disempurnakan, seperti kubah tugu yang penempatannya tidak pas. “Kemarin (Rabu-red) ada yang memberikan masukan dari para ulama bahwa ada beberapa tulisan yang salah. Jadi, saya minta pelaksana untuk tidak menunggu waktu lama untuk penyempurnaannya,” katanya.
Irna berharap, tugu asmaul husna yang dijadikan sebagai simbol selamat datang bisa menjadi cerminan kehidupan warga Pandeglang yang gemar beribadah dan berbuat kebaikan. Oleh karenanya, orang nomor satu di Pandeglang ini meminta kepada masyarakat agar bisa menjaga bangunan tersebut apabila pembangunannya sudah selesai. “Mudah-mudahan ini bukan hanya simbol saja, tapi juga bisa dilihat dari sikap dan perilaku warga Pandeglang. Jadi, sebutan kota santri bukan hanya sekedar istilah,” katanya.
Sementara itu, Kabag Administrasi Pembangunan Pemkab Pandeglang Asep Rahmat berjanji, akan menyampaikan permohonan perbaikan dari Bupati kepada pihak kontraktor. “Nanti kami akan panggil kontraktornya agar segera menyempurnakan bangunan tersebut,” katanya. (Adib F/Radar Banten)








