Kontribusi Ikatan Alumni Teknik Industri ITB Melawan Pandemi Corona

0
13.758 views


JAKARTA – Ikatan Alumni Teknik Industri ITB (IA TI ITB) adalah wadah perkumpulan alumni komunitas jurusan Teknik Industri & Manajemen Rekayasa Industri ITB semua angkatan dan semua jenjang S1/S2/S3.

Sebagai bagian dari organisasi Ikatan Alumni ITB (IA ITB), IA TI ITB bergerak dengan misi mensinergikan kekuatan alumni TI ITB yang sudah berkiprah di segala bidang untuk berkontribusi nyata bagi almamater ITB, masyarakat, bangsa dan negara.

“Kekuatan atau big bang sebuah kampus pendidikan terletak di karya-karya alumninya. Apalagi saat ini kita sedang berada dalam wabah pandemi Covid19 dan krisis ekonomi,” kata Made Dana Tangkas, Ketua umum IA TI ITB 2017-2021, dikutip dari siaran pers, Senin (25/5).

Made adalah alumni TI ITB angkatan 1984, yang kini menjadi Presiden Institut Otomotif Indonesia, dan Founder/CEO IBIMA atau Insan Bisnis Industri dan Manufaktur Indonesia, serta salah satu eksekutif Toyota Indonesia/Astra.

Upaya mewujudkan kontribusi alumni TI ITB di masa krisis ini diwujudkan Made Tangkas dan pengurus IA TI ITB dengan membuat serial webinar online. Webinar perdana dilaksanakan pada hari Rabu, 13 Mei 2020 dengan tema Memanfaatkan Peluang Era Baru di Tengah Pandemi Covid-19. Pembicara kunci dari acara ini adalah Kuntoro Mangkusubroto, Guru Besar SBM ITB, alumni Teknik Industri angkatan 1965. Kuntoro pernah mengepalai Badan Rehabilitasi & Rekonstruksi (BRR) Aceh Nias, Mentamben dan Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) jaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Dalam salah satu materinya di webinar Kuntoro memberi motivasi ke peserta, bahwa menurut sejarah 50 persen perusahaan besar yang masuk Fortune500 lahir dalam krisis seperti ini.

Pembicara lain yang tampil adalah Nurkholisoh (senior economist Bank Indonesia, alumni angkatan 1997), Indrasto Budisantoso (CEO Jojonomics, alumni angkatan 1998), dan Jaka Wiradisuria (VP Donor Engagement Kitabisa.com, alumni angkatan 2003).

Secara keseluruhan mengenai acara ini Made Tangkas menyatakan, “Kami ingin kontribusi pemikiran dari berbagai perspektif ini menjadi kajian untuk upaya survival, recovery, dan rebuild industri dan ekonomi Indonesia pasca Covid-19”. (aas)