Pemkab Cantumkan Silat Kaserangan ke Mata Pelajaran Mulok

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah (dua kanan) bersama Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa (keempat dari kanan) memperagakan Silat Kaserangan bersama ratusan pesilat pada acara Festival Silat Kaserangan di Pantai PAL Anyar, Kabupaten Serang, Kamis (18//7).

SERANG – Pemkab Serang mencantumkan seni bela diri Silat Kaserangan ke muatan lokal (mulok) mata pelajaran di sekolah. Hal itu sebagai upaya untuk melestarikan seni bela diri asli Kabupaten Serang di masyarakat.

Silat Kaserangan digagas Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah pada 2017. Jurus silat itu dirumuskan oleh 13 sesepuh pendekar dari 12 perguruan silat di Kabupaten Serang. Jurus tersebut pertama kali diperkenalkan pada acara Anyar Krakatau Culture Festival (AKCF) 2017 di Kecamatan Cinangka.

Kemarin, ratusan pesilat muda dari 40 sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Serang mengikuti Festival Silat Kaserangan dalam rangkaian AKCF 2019 di Pantai PAL Anyar. Hadir Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Wakil Bupati Pandji Tirtayasa, Sekda Pemkab Serang Tubagus Entus Mahmud Sahiri, Dandim 0602/Serang Letkol Inf Erwin Agung, dan Dandim 0623/Cilegon Letkol Arm Rico Ricardo Sirait. Acara tersebut juga menghadirkan pesilat sekaligus aktor Yayan Ruhian.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, gagasan Silat Kaserangan muncul untuk mempersatukan aliran silat di Kabupaten Serang. Silat Kaserangan juga menjadi wadah silaturahmi para pendekar se-Kabupaten Serang. “Jadi, kan banyak aliran silat di Kabupaten Serang, saya ingin menyatukan dalam satu jurus,” katanya kepada wartawan.

Kata Tatu,  pihaknya sudah mencantumkan Silat Kaserangan ke mata pelajaran muatan lokal (mulok) di sekolah. Siswa di sekolah akan mempelajari seni bela diri ini melalui kegiatan ekstrakurikuler.

“Kita sudah cantumkan di mulok, ini sebagai upaya pelestarian pencak silat di Kabupaten Serang,” terangnya.

Pencak silat harus terus dilestarikan sebagai seni bela diri warisan leluhur. Karena itu, ia mendukung agar pencak silat bisa ditetapkan menjadi warisan dunia oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

“Pencak silat adalah seni budaya bangsa Indonesia, harus kita lestarikan bersama. Bagi kami, Jurus Silat Kaserangan adalah cara untuk memperkuat agar pencak silat bisa ditetapkan menjadi warisan dunia oleh UNESCO,” kata Tatu seraya menambahkan, pihaknya akan terus menggelar event-event sebagai upaya pelestarian pencak silat.

Sementara Ketua Pelaksana AKCF 2019 Agus Erwana mengatakan, Festival Silat Kaserangan ini tidak hanya melibatkan para pendekar dari perguruan silat. Namun, juga melibatkan ratusan siswa dari 40 sekolah.

“Mereka semua sudah dilatih di sekolah masing-masing oleh pelatih yang sudah andal,” katanya.

Pesilat dan aktor Indonesia Yayan Ruhian mengatakan, tidak semua pemerintah daerah memperhatikan pencak silat. Padahal, pencak silat merupakan seni bela diri asli Indonesia.

“Sebagai orang yang juga ikut menekuni pencak silat, saya merasa takjub, pencak silat di sini sangat didukung oleh pemerintah daerah,” katanya.

Aktor film The Raid itu mengatakan, seni bela diri pencak silat sudah diakui oleh mancanegara. Bahkan, saat ini banyak bangsa lain yang datang ke Indonesia hanya untuk mempelajari pencak silat. “Karena itu, pencak silat harus terus dilestarikan supaya lima tahun atau sepuluh tahun ke depan tidak diklaim oleh bangsa lain,” pungkasnya. (Rozak/RBG)