Pemain Cilegon United Rinto Ali menggiring bola mengecoh pemain Semen Padang, Sabtu (4/8), di Stadion Haji Agus Salim.

CILEGON – Perserang dan Cilegon United (CU) mengawali putaran kedua Liga 2 dengan bertandang ke Pulau Sumatera, Sabtu (4/8). Namun, kedua kesebelasan mendapatkan hasil berbeda.

Laskar Singandaru, julukan Perserang, bernasib lebih baik dengan mengantongi satu poin setelah mengimbangi Aceh United. Pada pertandingan yang dihelat di Stadion Haji Dirmuthala Banda Aceh, Perserang menahan Aceh United dengan skor kacamata 0-0.

Sementara, CU tak membuahkan hasil manis saat melawan tuan rumah Semen Padang di Stadion Haji Agus Salim. Laskar Geger Cilegon harus menelan pil pahit dengan skor 3-1. Semen Padang membalas kekalahannya saat meladeni Cilegon United di Stadion KS, Cilegon.

Dengan hasil itu, Semen Padang semakin kokoh di puncak klasemen dengan mengantongi 25 poin. Sementara, Cilegon United tertahan pada peringkat kelima dengan 16 poin. Adapun Perserang masih bertengger pada posisi ketiga dengan 18 poin. Sementara, Aceh United di posisi delapan dengan 14 poin.

Pelatih CU Imam Riyadi menyesalkan keputusan wasit yang memberikan ganjaran penalti untuk tim lawan. Kata dia, hukuman penalti tidak sepatutnya diberikan. Soalnya, dilihat dari rekaman pemainnya tidak menyentuh bola.
Dampaknya, sambung Imam, membuat mental pemain CU jatuh.

“Coba lihat di streaming (video) handball enggak itu. Laga sampai menit ke-28 itu berjalan baik, kita mendapat peluang yang hampir-hampir terjadi gol. Peluang kita banyak, tapi ada penalti itu. Sedikit down (jatuh mental),” tuturnya.

Imam juga mengaku akan mengevaluasi pemain atas pertandingan tersebut. Kata dia, mentalitas pemain perlu ditingkatkan lagi saat bertanding. Apalagi, pada laga tandang yang sering menguntungkan tuan rumah. “Kalau secara tim kita sudah berjalan baik, taktik sudah diterapkan semestinya,” ucap Imam. (rbs/ibm/dwi)