Petugas Jemput Enam Pasien Covid-19 di Lebakwangi

SERANG – Petugas kesehatan menjemput enam pasien Covid-19 di Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Serang, Senin (15/6). Keenam pasien sebelumnya enggan dirawat di rumah sakit karena merasa tidak mempunyai gejala.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Serang Agus Sukmayadi mengatakan, keenam pasien itu merupakan pasien dari cluster Lebakwangi-Tirtayasa. Mereka sebelumnya menolak untuk dijemput petugas kesehatan.

Agus mengatakan, pihaknya kemudian melakukan rapat bersama tim gugus tugas di Kecamatan Tirtayasa dan perwakilan keluarga pasien. Akhirnya, pasien bersedia dijemput oleh tenaga medis. “Mereka awalnya menolak dijemput lantaran merasa tidak mempunyai gejala,” katanya.

Kata Agus, pihaknya tidak melakukan penjemputan secara paksa. Karena, setelah dilakukan mediasi pihak keluarga bersedia untuk penjemputan enam pasien tersebut. “Pasien dibawa ke RSUD Banten,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Tata Usaha Puskesmas Lebakwangi Fatullah mengatakan, pihaknya sebelumnya sudah mencoba menjemput keenam pasien tersebut. Namun, keenamnya bersikukuh tidak mau dirawat. “Akhirnya kita menyampaikan ke tingkat Kabupaten Serang, alhamdulillah mereka mau dijemput,” katanya.

Ia mengatakan, penjemputan tidak dilakukan secara paksa namun dengan cara baik-baik. Mereka dijemput dari kantor Camat Lebakwangi bada magrib. “Mereka enggak mau dijemput di rumahnya, karena mungkin merasa malu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keenam pasien tersebut merupakan kerabat dari pasien pertama asal Lebakwangi. Keenamnya diketahui setelah dilakukan rapid test dan uji swab. Empat hari yang lalu, berdasarkan hasil uji swab mereka dinyatakan positif Covid-19. “Kondisi mereka tanpa gejala,” terangnya.

Sekadar diketahui, kasus pertama di Kecamatan Lebakwangi merupakan warga yang bekerja di Jakarta. Setelah dinyatakan positif Covid-19, warga itu kemudian kabur dan pulang ke kampung halamannya di Kecamatan Lebakwangi.

Selain menularkan orang terdekat, pasien pertama ini juga menularkan ke tenaga medis dan tenaga kesehatan di Puskesmas Tirtayasa dan RSUD dr Drajat Prawiranegara Serang (RSDP). Penularan terjadi lantaran pasien pertama mengalami kecelakaan di dekat Puskesmas Tirtayasa.

Kemudian, petugas kesehatan di Puskesmas Tirtayasa melakukan pertolongan pertama dan merujuk pasien ke RSDP tanpa mengetahui korban laka itu merupakan pasien Covid-19. Akhirnya, tiga petugas kesehatan di Puskesmas Tirtayasa dan dua tenaga medis dan tenaga kesehatan di RSDP ikut tertular. (Rozak)