Tembus Pasar Mancanegara, Bupati Iti Apresiasi Pembudi Daya Ikan Sidat

0
777 views
Bupati Iti Octavia Jayabaya meninjau tempat budi daya ikan sidat di Kecamatan Wanasalam, Rabu (11/1).

RANGKASBITUNG – Bupati Iti Octavia Jayabaya mengapresiasi pembudi daya ikan sidat yang dilakukan warga di perkampungan nelayan Binuangen, Desa Muara, Kecamatan Wanasalam. Pembudi daya ikan ini mampu menembus pasar Asia, seperti Jepang dan Korea sehingga mampu membantu perekonomian masyarakat setempat.

“Jujur saja, saya merasa sangat bangga terhadap pembudi daya ikan ini, karena sudah turut serta membangun perekonomian daerah guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Tentunya, ini patut menjadi contoh untuk nelayan lain,” kata Iti usai meninjau pembudi daya ikan di Desa Muara, Rabu (11/1).

Menurut Iti, selain memiliki jiwa wirausaha, modal untuk sukses adalah tidak malu memulai serta selalu optimistis dalam melakukan pekerjaan. Seperti yang dilakukan nelayan Wanasalam yang telah berhasil memasarkan produknya sampai mancanegara. “Bapak Abeng merupakan salah satu orang yang patut dicontoh kesuksesannya dalam sektor budi daya ikan sidat. Semua orang mampu mengikuti jejak beliau asalkan ada kemauan keras dan pantang menyerah,” ujarnya.

Sementara Abeng (40), pembudi daya ikan sidat, mengaku sering kedatangan tamu untuk belajar dari berbagai perguruan tinggi, seperti dari Universitas Indonesia (UI) dan Institut Pertanian Bogor (IPB). Ia mengatakan, ikan air tawar yang satu keluarga dengan belut ini diketahui memiliki kandungan gizi yang tinggi sebagai sumber protein. “Usaha ini sangat prospektif untuk membantu ekonomi keluarga, asalkan dikerjakan dengan sungguh-sungguh,” ucapnya.

Dia mengatakan, usaha yang dimulai dari 2014 ini awalnya hanya beranggotakan 12 orang. Berkat kekompakan usaha ini berkembang. “Alhamdulillah, sekarang anggotanya telah mencapai 400 orang lebih dan tersebar di seluruh Kabupaten Lebak. Untuk jangka waktu panen dari penaburan bibit sampai siap jual sekitar delapan bulan,” imbuhnya.

Soal pemasaran, kata Abeng, tidak ada kendala, sebab kebutuhan akan ikan sidat sangat besar. “Terlebih permintaan dari Jepang dan Korea yang tinggi,” katanya. (Nurabidin Ence/Radar Banten)