Warga Cikeusik Dibunuh, Emas 50 Gram dan Sepeda Motor Raib

CIKEUSIK – Warga Kampung Cikareo, RT/RW 01, Desa Tanjungan, Kecamatan Cikeusik, digegerkan oleh peristiwa pembunuhan Siti Aminah (30), Selasa (13/2) sekira pukul 08.00 WIB. Korban diduga dibunuh oleh pencuri yang mencoba mengambil barang berharga di dalam rumahnya.

Rumanah, tetangga korban, menceritakan bahwa dirinya mengetahui peristiwa nahas itu ketika melihat anak korban Zikri (4) duduk di depan rumah milik almarhumah. Kemudian dia menanyakan keberadaan Siti Aminah karena sejak pagi belum terlihat keluar rumah. “Zikri menjawab, ibunya sedang tidur dan berdarah. Mendengar itu, saya kemudian masuk ke dalam rumah untuk memeriksa keadaan yang sebenarnya. Ketika saya melihat kondisi Ibu Zikri, saya kaget karena tubuhnya berlumuran darah dan mengalami luka sobek pada bagian pelipis kiri,” katanya, kemarin.

Setelah mengetahui kejadian itu, Rumanah kemudian memanggil tetangga terdekat dan memberikan informasi bahwa Siti Aminah telah meninggal dunia. Setelah itu dirinya kemudian melaporkan peristiwa nahas itu kepada Ihad Suhada. “Setelah mendengar laporan itu, Pak Ihad kemudian melaporkannya ke Pak Asep selaku Bhabinkamtibmas, dan melakukan pemeriksaan terhadap jasad korban dan kediaman korban,” katanya.

Camat Cikeusik Dani Ramdani menambahkan, selain membunuh pemilik rumah, pelaku juga mengambil emas seberat 50 gram dan satu unit sepeda motor milik korban. Oleh karena itu, ia meminta pihak kepolisian agar segera mengejar pelaku dan menangani kasus tersebut sampai selesai. “Emas sama motornya enggak ada. Memang waktu kejadian kondisi rumahnya lagi sepi karena suaminya sedang menunggu kios miliknya yang lain,” katanya.

Dihubungi kemarin malam sekira pukul 20.00 WIB, Kapolsek Cikeusik AKP Tatang belum bisa memberikan keterangan secara terperinci karena masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Nanti saya beritahukan perkembangan informasinya karena saat ini kita masih olah TKP,” katanya seraya mengakhiri pembicaraan.

Sementara itu, Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono berjanji untuk menangani kasus tersebut sampai selesai. Saat ini anggotanya masih melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan barang bukti di TKP. “Jumlah dan ciri-ciri pelaku belum bisa disampaikan karena tidak ada saksi mata yang melihat secara langsung kejadian itu. Tetapi, saya pastikan kasus ini akan kita tangani sampai selesai,” katanya. (Adib F/RBG)