• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Uncategorized

Dengan Grobogan Tidak Perlu Impor

Aas Arbi by Aas Arbi
Senin, 13 Januari 2014 11:20
in Uncategorized
Dengan Grobogan Tidak Perlu Impor

KITA belum tahu siapa yang akan menjadi juara Wirausaha Muda Mandiri tahun ini. Minggu depan, dalam acara yang biasanya dihadiri 5.000 wirausaha muda, kita baru tahu siapa dia. Tiap tahun Bank Mandiri memang mengadakan lomba wirausaha untuk anak muda. Juaranya selalu hebat.

“Saya juara tahun lalu, Pak,” ujar Adi Widjaja saat menyalami saya di sebuah desa di Purwodadi, Jateng. Saya memang ke Desa Krangganrejo untuk bertemu warga di situ.

RelatedPosts

Bantuan Korban Penusukan Cilegon

Wali Kota Cilegon Bantu Korban Penusukan, Tunggakan RS Masih Rp70 Juta

Rabu, 14 Oktober 2026 14:05
BPKP Evaluasi SPIP Kantah Kabupaten Tangerang untuk Perkuat Tata Kelola dan Akuntabilitas

BPKP Evaluasi SPIP Kantah Kabupaten Tangerang untuk Perkuat Tata Kelola dan Akuntabilitas

Jumat, 9 Oktober 2026 07:46
Hadiah umroh Bupati Kabupaten Lebak

Taat Pajak, Dua Warga Kabupaten Serang Dapat Hadiah Umrah

Senin, 28 September 2026 19:30
Obat terlarang di Kecamatan Sukadiri

Pemilik Warung Kopi di Sukadiri Bantah Jadi Lokasi Transaksi Obat Keras

Senin, 28 September 2026 15:25

Desa ini dekat stasiun yang akan dirancang untuk disinggahi KA kelak. Saat ini stasiun yang dulu tidak disinggahi KA itu sedang dibangun dan sudah
terlihat gagahnya.

Adi Widjaja datang ke Krangganrejo dengan membawa dua bungkus plastik kedelai. Satu bungkus berisi kedelai impor dari Amerika Serikat. Satunya lagi berisi kedelai hasil tanamannya sendiri yang dibiayai dari hadiah Rp1 miliar yang dia dapat dari Bank Mandiri.

Adi ingin agar saya melihat sendiri bahwa kedelai hasil tanamannya lebih bagus daripada kedelai Amerika.

Waktu ikut lomba di Bank Mandiri dulu, Adi memang mengajukan proposal bisnis kedelai yang menguntungkan. Proposal ini menarik perhatian, terutama ketika Indonesia kekurangan kedelai. Kita harus impor kedelai besar-besaran karena produksi kedelai kita sangat kecil.

Itu karena petani tidak mau menanam kedelai yang hasilnya kalah dari tanam padi atau palawija. Produktivitas
tanaman kedelai kita hanya sekitar 1,5 ton per hektare. Kalau harga kedelai hanya Rp7.000 per kg, berarti satu hektare sawah hanya menghasilkan uang sekitar Rp11 juta.

Adi Widjaja mengajukan proposal mengejutkan: bisa 3 ton per hektare. Bahkan, bisa 3,4 ton per hektare. Kalau ini benar, berarti satu hektare sawah bisa menghasilkan Rp21 juta lebih. Cukup bersaing dengan tanaman padi. Apalagi, kedelai Adi ini sudah bisa dipanen dalam 75 hari.

Adi yang lulusan S-1 Biologi Universitas Satya Wacana Salatiga dan S-2 di Victoria University Melbourne, Australia, itu mengaku hanya mengembangkan penemuan bapaknya. Sang ayah, drh Tjandramukti yang lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB), meninggal dunia tiga tahun lalu dalam usia 75 tahun.

Kalau penemuan Adi ini dikembangkan,
gugurlah tesis selama ini bahwa kedelai tidak cocok ditanam di negara tropis seperti Indonesia. Selama ini text book mengatakan bahwa kedelai hanya cocok ditanam di negara subtropik yang mataharinya bersinar lebih panjang.

Dari logika ‘sinar yang lebih panjang’ itulah Tjandramukti berangkat melakukan penelitian. Sang ayah ingin membuktikan bagaimana sinar yang pendek bisa ditangkap secara maksimal sehingga hasilnya sama dengan sinar yang panjang.

Tjandramukti fokus membuat daun kedelai yang mampu menangkap sinar dalam waktu yang lebih pendek, tetapi daya serapnya lebih besar. Dalam kasus singkong, para penemu membuat daun singkongnya lebih banyak dan tidak cepat rontok.

Dalam hal kedelai ini, ayah Adi tidak ingin membuat daun kedelai yang lebar dan banyak.
Ini karena daun yang lebar cenderung melengkung kalau terkena terik matahari yang sangat panas. Kalau daun itu melengkung, daya serapnya terhadap sinar berkurang.

Tjandramukti justru ingin menciptakan daun kedelai yang tebal. Dengan demikian, posisi daun tidak mudah melengkung saat ditimpa terik matahari. Lalu, ruas-ruas batang kedelai dia buat pendek untuk efektivitas sistem transportasi. Untuk menciptakan dua hal itu (daun tebal dan ruas pendek) diperlukan pupuk khusus.

Walhasil, pupuk khusus inilah yang ditemukan Tjandramukti. Jenis pupuk yang bisa mengubah tanah dan mengubah tanaman.

Adi yang meneruskan penelitian sepeninggal ayahanda merahasiakan formula pupuknya. Namun, dia mau menjelaskan bahwa semua itu berbasis kotoran sapi. “Hanya, makanan sapinya
kami atur secara khusus,” kata Adi. “Tetap ada unsur serat, protein, dan karbohidrat, tapi kami campur dengan ramuan khusus,” tambahnya.

Begitu mendapat hadiah Rp 1 miliar dari Bank Mandiri, Adi langsung bergerilya mencari petani yang mau sawahnya ditanami kedelai dengan benih dan pupuk khusus. Dia mendapat sawah seluas 950 hektare. Minggu lalu kedelai hampir 1.000 hektare itu panen. Hasilnya 3,4 ton per hektare. Sama dengan produktivitas kedelai Amerika.

Hebatnya, kedelai Adi ini bukan teknologi transgenik. Ini kedelai organik. Butirannya lebih seksi dan sedikit lebih besar daripada kedelai Amerika.

Mengapa hanya menanam 950 hektare? “Itulah maksimum volume pupuk yang bisa kami buat. Kami hanya punya 50 sapi,” ujar Adi. “Kami perlu membeli sapi tambahan untuk
bisa bikin pupuk khusus yang lebih banyak.”

Sambil meninggalkan Purwodadi kemarin, saya merasa bersyukur karena Bank Mandiri bisa “menemukan” Adi Widjaja. Tantangan berikutnya tinggal mengembangkannya. Kita sudah mendapat kendaraan untuk swasembada kedelai. Kita tinggal menyediakan jalannya. Kita bisa!

Dahlan Iskan
Menteri BUMN

Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Hujan Lebat Diprediksi Hingga Sepekan ke Depan

Next Post

DPKS Minta Dibubarkan Saja

Next Post
DPKS Minta Dibubarkan Saja

DPKS Minta Dibubarkan Saja

Puluhan PKL Bonakarta Geruduk Kantor Wali Kota Cilegon, Minta Solusi Relokasi

Puluhan PKL Bonakarta Geruduk Kantor Wali Kota Cilegon, Minta Solusi Relokasi

Rabu, 14 Oktober 2026 11:44
Penambahan Kursi DPRD Cilegon

Potensi Penambahan Kursi Dewan, Golkar Cilegon Siapkan Calon Potensial

Selasa, 13 Oktober 2026 16:32
Kecamatan Tigaraksa borong empat penghargaan

Kecamatan Tigaraksa Borong Empat Penghargaan pada HUT ke-394 Kabupaten Tangerang

Rabu, 14 Oktober 2026 08:58
Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Selasa, 17 Maret 2026 14:08
Update Arus Mudik Pelabuhan Ciwandan 17 Maret 2026: Penumpang Tembus 10.987 Orang

Update Arus Mudik Pelabuhan Ciwandan 17 Maret 2026: Penumpang Tembus 10.987 Orang

Selasa, 17 Maret 2026 13:21
Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Selasa, 17 Maret 2026 14:02
Bupati Pandeglang Larang Kepala OPD Mudik Menggunakan Mobil Dinas

Bupati Pandeglang Larang Kepala OPD Mudik Menggunakan Mobil Dinas

Selasa, 17 Maret 2026 13:25

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

pengembanhan ekonomo daerah

Bupati Hasbi MoU Pengembangan Ekonomi Daerah Komoditas Padi Terintegrasi

by Nurabidin
Rabu, 14 Oktober 2026 19:34
0

LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak komitmen untuk mengambil peran aktif dalam mewujudkan ekosistem bisnis komoditas padi terintegrasi. Apalagi,...

pembangunan ratusan huntap lebakgedong

Hasbi Berharap Huntap Tahap Pertama Selesai Akhir Tahun

by Nurabidin
Rabu, 14 Oktober 2026 19:29
0

LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID - Bupati Lebak Hasbi Jayabaya berharap pembangunan 104 unit hunian tetap (Huntap) di Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak,...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.