KONSEKUENSI pahit bukan hanya harus diterima oleh Neymar da Silva Santos Junior. Pun demikian dengan pemain Kolombia yang mencederainya, Juan Camilo Zuniga. Aksi yang dia lakukan berbuah hujatan besar-besaran melalui media sosial Twitter, terutama dari pendukung tuan rumah.
Maklum, Neymar merupakan pemain yang menjadi harapan sekaligus idola pendukung Selecao di Piala Dunia 2014 ini. Berbagai macam hujatan sudah dilancarkan begitu sodoran kaki kanannya mengenai punggung Neymar yang berlanjut dengan ditandunya Neymar dari luar lapangan.
Isi hujatannya pun bukan sekadar hujatan biasa. Seperti yang diberitakan di Metro, kicauan dari para pendukung Brasil bernada mulai dari yang sekadar kecaman atas aksi brutal Zuniga, sampai ke ejekan rasis dan bahkan ancaman menghilangkan nyawa gelandang klub Napoli itu.
Kata-kata berbahasa Portugis “Macaco” menjadi yang paling banyak ditulis. Macaco jika diartikan dalam bahasa Indonesia kira-kira berarti “Monyet”. Ejekan rasisme yang sudah biasa diberikan bagi pemain berkulit hitam seperti Zuniga. Sekedar diketahui, Brasil merupakan salah satu negara yang kental dengan isu rasisme.
Selain itu, ada juga beberapa ancaman yang menginginkan Zuniga untuk dicekal pihak keamanan Brasil. Dari kicauan Twitter, pendukung Brasil menginginkan gelandang yang berusia 28 tahun tersebut tidak meinggalkan Brasil terlebih dahulu bersama rombongan timnas Kolombia lainnya.
Mendapatkan banyak kecaman dan hujatan dari pendukung Brasil seperti itu, Zuniga bukannya tinggal diam saja. Untuk meredam kemarahan publik tuan rumah, Zuniga pun secara khusus melontarkan permintaan maaf atas aksinya yang membuat Neymar harus cedera parah dan terlempar dari Piala Dunia.
Dalam pernyataannya yang dilansir dari Reuters, Zuniga mengungkapkan bahwa dirinya sama sekali tidak ada maksud untuk mencederai pemain yang membela klub Barcelona itu. “Di lapangan saya hanya bermain untuk membela negara saya, tapi saya sama sekali tidak berniat mematahkan tulang vertebra-nya,” ujarnya.
Dalam tayangan ulang bisa dilihat dengan jelas bagaimana terjangan kaki kanan Zuniga di punggung Neymar. Namun untuk itu, Zuniga punya alasan teknis tersendiri yang jauh di luar keinginan untuk mengakhiri perjalanan Neymar bersama skuad asuhan Luiz Felipe Scolari lainnya.
“Aksi seperti itu sepertinya sudah menjadi hal yang lumrah di sepakbola. Saya hanya mencoba untuk membayangi pergerakannya, sama sekali tidak ada pikiran untuk mencederainya. Sekali lagi, saya melakukannya karena saya murni untuk membela negara saya,” tuturnya.
Lebih lanjut, Zuniga pun menilai pertandingan yang berjalan cukup keras ikut memberi andil terjadinya peristiwa tersebut. “Apalagi, Brasil melakukan marking yang cukup ketat, sementara kami menginginkan untuk menciptakan gol (penyeimbang-red). Benar-benar laga yang sulit,” sebutnya.
Untuk Neymar, Zuniga pun mengharapkan tidak ada sesuatu yang parah terjadi kepada pemain pencetak gol terbanyak di timnas Brasil itu. “Mari berdoa kepada Tuhan untuk kesembuhannya. Saya sedih peristiwa ini bisa terjadi, saya harap dia bisa segera pulih dari cederanya,” pungkasnya. (jpnn)








