Tertipu Penampilan
Tidak hanya seragam polisi atau tentara, ternyata seragam Dinas Perhubungan (Dishub) punya daya tarik tersendiri di mata kaum hawa. Secara, seragam Dishub beda sendiri dibandingkan instansi pemerintahan lain. Makanya, hati Ningrum (21), nama samaran, deg deg serr kala didekati Daglo (30), yang juga bernama samaran. Sebab Ningrum menyangka Daglo salah satu pegawai Dishub. Padahal bukan, sebab Daglo ternyata cuma tukang parkir. Ups, salah dong.
Jelas saja Ningrum merasa tertipu, ia menendang Daglo keluar dari rumah ketika usia pernikahan baru dua pekan. Ningrum juga mendatangi Pengadilan Agama untuk melayangkan gugatan cerai. “Setttorrr.. kirain beneran kerja di Dishub, tahunya cuma tukang parkir jalanan,” ujarnya.
Untung Ningrum hanya ke Pengadilan Agama. Coba kalau datang ke kepolisian, bisa kena delik penipuan tuh. “Enggak lah kalau sampai ke kantor polisi mah. Saya juga masih punya nurani,” terangnya.
Ningrum juga tidak peduli dengan status janda yang harus ia terima. Konsekuensi itu bagi Ningrum sepadan. “Daripada punya suami penipu, mending menjanda. Kalau sejak awal sudah menipu, apalagi kalau diteruskan. Itu yang jadi patokan saya, makanya mau jadi janda juga enggak peduli,” ujar lulusan salah satu SMA di Lebak ini.
Pertemuan Ningrum dan Daglo terjadi akhir 2015 lalu. Itu ketika Pemprov Banten menggelar sebuah acara dengan melibatkan banyak personel Dishub Banten. “Kebetulan saya sedang main di Alun-alun Serang. Saya bertemu Daglo di situ,” jelasnya.
Ketika itu, Daglo terlihat sedang berdiri di antara kerumunan anggota Dishub Banten. Sepintas ia seolah seperti anggota Dishub lantaran beberapa personel menggunakan seragam mirip dengan yang ia gunakan.
Ketika itu, saling curi pandang antara Ningrum dan Daglo terjadi. Melihat ada koneksi, Daglo mendatangi Ningrum untuk mengajak kenalan. “Halo, namanya siapa?” tanya Daglo.
“Ningrum, Pak,” jawab Ningrum. “Sedang tugas ya ?” tanya Ningrum.
“Iya nih, lagi ada acara Pak Gub (Gubernur Banten Rano Karno-red),” jawab Daglo.
Obrolan pun berlanjut, Ningrum saat itu yakin jika Daglo adalah salah satu petugas Dishub. Terlebih keesokan harinya, Daglo datang ke rumah Ningrum menggunakan seragam Dishub lengkap dengan atribut. “Saya kan tuker-tukeran nomor HP, alamat juga saya kasih, masalahnya dia bilang ingin main. Terus dia datang keesokan harinya pakai seragam Dishub. Itu tuh, yang pakai warna biru,” ujarnya.
Selama berbulan-bulan, Ningrum didekati Daglo. Donjuan ini intens mendatangi rumah Ningrum setiap akhir pekan. Setiap hari mereka pun sering saling kirim balas BBM. Daglo kerap menggunakan kalimat sedang bertugas ketika sedang BBM-an.
Waktu itu, apa yang menjadi kecurigaan Ningrum bukanlah pada pekerjaan Daglo. Melainkan pertanyaan apakah Daglo sudah memiliki keluarga. “Saya kan enggak mau jadi cewek simpanan,” jelasnya.
Berlanjut Hingga…
Tiga bulan berlalu, barulah Ningrum yakin jika Daglo seorang jomblo. Karenanya Ningrum menanyakan keseriusan Daglo, ia ingin tahu arah tujuan Daglo melakukan pendekatan kepada Ningrum. Wah, belum juga pendekatan sudah ngomongin yang serius-serius. “Saya ini enggak suka pacaran, ingin yang langsung saja. Masalahnya kalau pacaran itu takut kebablasan,” ujar Ningrum, hmmmm.
Waw, Ningrum tidak ingin pacaran dulu, dia ingin langsung menikah. Menerima tantangan Ningrum, Daglo setuju dan melamarnya. Pernikahan pun terjadi, cukup sederhana namun berkesan.
Sebenarnya kesan yang muncul adalah kesan negatif. Pada saat inilah kecurigaan Ningrum dan keluarga besar bermula. Bagaimana tidak, saat akad nikah tidak ada satu pun teman Daglo yang berpakaian Dishub. Semuanya menggunakan batik dan kebanyakan dari kalangan menengah ke bawah. “Tamu yang dibawa Daglo hanya keluarga terdekatnya. Enggak ada tuh orang-orang Dishub bermotor yang waktu itu saya lihat bersama Daglo di Alun-alun Serang,” tuturnya.
Usai menikah, mereka sempat menikmati honey moon selama sepekan penuh di Puncak Bogor. Kebetulan Daglo punya teman dekat yang menyewakan satu ruangan kamar villa secara gratisan.
Lalu, Daglo kembali ke Serang untuk bertugas. Ia mengaku akan pulang ke Lebak setiap akhir pekan.
Tanpa disadari Daglo, Ningrum yang masih semangat sebagai pengantin baru, pergi ke Serang tanpa sepengetahuan Daglo. Ia mendatangi kantor Dishub, namun ia tidak menemukan suaminya di sana. Anehnya lagi, para petugas di sana mengaku tidak mengenal Daglo. “Waktu saya tanya tentang Daglo, mereka bilang tidak ada nama Daglo di Dishub. Saya jadi bingung,” jelasnya.
Merasa aneh, ia pergi dari kantor Dishub dan mencoba mendatangi rumah orangtuanya. Betapa kaget Ningrum, ia mendapati suaminya sedang sibuk jadi tukang parkir, tepat di mulut gang masuk ke arah rumah Daglo.
Waktu itu, Daglo memang menggunakan seragam Dishub, namun kancing baju ia buka semuanya. Daglo juga terlihat tengah menggunakan topi bundar, di lehernya melingkar sebuah handuk kecil. Sementara di saku baju terselip sebuah periwit kecil yang ia gunakan ketika sedang bertugas, yakni ketika sedang memarkirkan mobil. “Saya kecewa, ternyata saya tertipu mentah-mentah,” kata Ningrum.
Daglo sendiri mengaku kebablasan. Awalnya ia hanya ingin terlihat gagah, apalagi sejak awal Ningrum menyangka dirinya salah satu petugas Dishub. “Kalau saya enggak ngaku orang Dishub, pasti Ningrum enggak mau terima saya,” akunya. Oooo, panteeess. (Sigit/Radar Banten)








