PANDEGLANG – Dinas Cipta Karya Penataran Ruang Pertamanan dan Kebersihan (DCPKPK) Kabupaten Pandeglang bertindak cepat terkait banyaknya drainase di ruas jalan nasional yang tidak berfungsi. Kemarin (25/4/2016), instansi ini langsung melakukan perbaikan sejumlah drainase tersebut khususnya yang ada di sekitar Alun-alun Pandeglang.
Perbaikan sarana tersebut dilakukan dengan membuang sampah yang menyumbat, serta pengerukan lumpur. Itu dilakukan guna mengantisipasi banjir yang selama ini kerap terjadi di kawasan tersebut.
Rido, pegawai DCPKPK Kabupaten Pandeglang, mengatakan bahwa penyebab banjir yang terjadi adalah tersumbatnya drainase karena sampah dan tanah yang mengendap di dalam saluran. “Lihat saja banyak sampah bercampur lumpur, yang ada di dalam ini (drainase-red). Otomatis, air tidak bisa mengalir dengan baik,” katanya ditemui di sela-sela perbaikan drainase yang ada di Alun-alun Pandeglang, Senin (25/4/2016), seperti dilansir Harian Radar Banten.
Rido mengatakan, perbaikan tidak ada hanya pada drainase yang ada di sekitar Alun-alun Pandeglang, tetapi juga di kawasan masjid Agung Ar-Rahman dan di Pasar Badak Pandeglang. “Kita akan bersihkan semua drainase agar ketika turun hujan pembuangan air lancar. Tidak mengakibatkan banjir,” katanya.
Kepala DCPKPK Kabupaten Pandeglang Anwari Husnira mengatakan, sengaja segera turun tangan agar banjir yang disebabkan drainase tersumbat tidak terjadi lagi. “Kita akan terus melakukan perbaikan drainase. Namun, diharapkan ada bantuan dari masyarakat. Caranya, dengan tidak membuang sampah secara sembarangan, apalagi langsung ke saluran drainase,” jelasnya.
Baca juga: Warga Keluhkan Drainase Jalan Nasional yang Tak Berfungsi
Sebelumnya diberitakan, drainase jalan nasional di Kabupaten Pandeglang mayoritas tidak berfungsi. Kondisi tersebut seperti yang terjadi di bundaran Alun-alun Pandeglang, Sabtu (23/4/2016) siang. Air hujan yang turun saat itu merendam badan jalan karena drainasenya tersendat. (Iman F/Radar Banten)









