SERANG – Ratusan siswa sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) di Kampung Sampang, Desa Susukan, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, beramai-ramai menulis surat untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Melalui kegiatan yang digagas oleh Standard Pen tersebut, bermacam-macam cita-cita dan harapan dituliskan oleh anak-anak usia tujuh hingga sepuluh tahun tersebut.
Busro, salah satu siswa Ashabul Maimanah dalam suratnya menuliskan, cita-citanya yang ingin menjadi pilot. Dalam suratnya, Busro pun menuliskan keinginannya untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo.
“Cita-cita menjadi pilot, harapan saya kepada Presiden semoga datang ke sekolah saya,” tulis Busro dengan huruf kapital semua, Selasa (3/5).
Sementara itu, CEO Standard Pen, Megusdyan Susanto mengatakan, surat ini nantinya akan disampaikan kepada Presiden Joko Widodo. “Banten merupakan Provinsi keempat yang dikunjungi Standard Pen, setelah sebelumnya mendatangi anak-anak lingkar Gunung Sinabung, Taman Nasional Halimun Bogor-Sukabumi, dan di Jakarta,” ujarnya.
Menulis surat untuk Presiden ini sendiri, lanjut Megusdyan, merupakan bagian dari program ‘Satu Juta Ballpoint untuk Anak Indonesia’. Hal ini dilakukan Standard Pen, menurut Megusdyan, untuk membantu mengembalikan semangat anak-anak menjalani pendidikan. Selain itu, pihaknya ingin mengembalikan tradisi lama yaitu menulis yang selama ini mulai ditinggalkan.
Terkait budaya tulis menulis, dari data UNESCO, masyarakat Indonesia masih rendah. Minat baca Indonesia sebesar 0,01 persen atau hanya satu berbanding 10 ribu. Data 2015 menyebutkan, sekitar 51 ribu jiwa warga Banten masih buta huruf.
“Karena itu, dengan program ini setidaknya bisa menjadi stimulus untuk menyikapi persoalan tersebut,” ujarnya. (Bayu)









