SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten memastikan jika program Sekolah Rakyat (SR) untuk jenjang SMA di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan dimulai pada pekan ini. Para siswa pun akan langsung mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Keyakinan itu disampaikan langsung oleh Plt Kepala Dinsos Provinsi Banten, Dicky Hardiana. Ia mengatakan, pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan terkait dengan pelaksanaan SR di Tangsel ini.
Dicky menjelaskan, SR di Tangsel telah menampung 150 siswa yang terbagi dalam 6 rombongan belajar (rombel). Siswa tersebut merupakan hasil pendataan yang berasal dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN), ratusan siswa tersebut merupakan warga yang masuk dalam data miskin ekstrim.
“InsyaAllah, tanggal 15 Agustus ini SR di Tangsel akan mulai beroperasi,” kata Dicky, Rabu 13 Agustus 2025.
Adapun total 150 siswa yang telah terdaftar pada Program Sekolah Rakyat itu, terdiri dari 26 anak asal Pandeglang, 19 anak asal Kabupaten Serang, 33 anak asal Kabupaten Tangerang, 20 anak asal Kota Cilegon, 19 anak asal Kota Tangerang, dan 19 anak asal Kota Tangerang Selatan.
Sementara untuk SR di Kabupaten Lebak dengan jumlah 100 siswa dalam 4 rombel sudah lebih dulu beroperasi karena gedungnya sudah rampung.
“Kalau di Tangsel itu masuk kategori 1B tahap 2, kalau di Lebak tahap 1 udah beroperasi kemarin,” ungkapnya.
Ia menuturkan, SR di Lebak dikhususkan bagi masyarakat miskin yang ada di wilayahnya. Sedangkan di Tangsel diberikan kepada warga yang ada di 7 kabupaten kota.
“Untuk yang tahap 1 B ada dua usulan, pertama dari Pemprov dan usulan Pemda Lebak, yang Lebak khusus untuk masyarakat Lebak, untuk Pemprov kami mengambil 7 kabupaten kota yang belum ada SR-nya, cuma lokasinya di Tangsel,” tuturnya.
Sementara untuk tenaga pendidiknya, kata Dicky sudah dipersiapkan untuk dua sekolah SR di Banten. Adapun penyeleksiannya dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten.
“Gurunya itu dari Pemprov juga, proses seleksi itu prosesnya itu di Dindik,” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi










