JAKARTA – Para calon ketua umum Partai Golkar resmi mengambil nomor urut. Ade Komarudin mendapat posisi nomor 1 disusul Setya Novanto di posisi nomor 2.
Hal ini ditetapkan oleh Panitia Pengarah/Steering Commitee (SC) Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar di Kantor DPP, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (7/5).
Delapan calon yang ada telah lolos verifikasi oleh komite pemilihan. Bila posisi nomor urut 1 dan 2 ditempati Akom (sapaan Ade Komarudin) dan Novanto, posisi berikutnya ditempati Airlangga Hartarto (3), Mahyudin (4), Priyo Budi Santoso (5), Azis Syamsudin (6), Indra Bambang Utoyo (7) dan Syahrul Yasin Limpo (8).
Namun dua nama terakhir, Indra Bambang Utoyo dan Syahrul Yasin Limpo tidak hadir dalam pengambilan nomor urut tersebut. Para calon ini akan bersaing dalam Munaslub di Bali, 15-17 Mei mendatang.
Mengenai sumbangan Rp 1 miliar, hanya Syahrul Yasin Limpo dan Indra Bambang Utoyo yang tidak ikut menyumbang. Mereka memutuskan tidak menyumbang setelah adanya statemen dari pimpinan KPK yang menyebut setoran itu sebagai bentuk gratifikasi.
Menurut Ketua Panitia Pengarah Munaslub Nurdin Halid, pihaknya memang memutuskan uang pendaftaran sebagai salah satu syarat. Namun pleno terakhir memutuskan uang itu hanya sumbangan bukan setoran, sehingga tidak mengikat.
“Sumbangan dalam AD/ART tidak mengikat, untuk itu iuran Rp 1 miliar sumbangan, SC memutuskan tidak mengikat, tidak menjadi dasar syarat. Dua calon memang tidak ada sumbangan,” kata Nurdin di kantor DPP Golkar, Sabtu (7/5). (JPNN)










