SERANG-Puluhan warga Kompleks Ciceri Indah, Blok T, Kota Serang, Senin (9/5) malam, gempar saat tahlil malam ketujuh almarhum Kesih, nenek berusia 73 tahun yang meninggal karena dibunuh. Saat tahlilan di rumah duka dimulai, tiba-tiba terjadi ledakan di atap rumah.
Tak pelak warga kompleks langsung panik dan teriak kebakaran. Ledakan tersebut menimbulkan percikan api yang membuat warga yang sedang tahlil keluar menyelamatkan diri. Serta diikuti ibu-ibu kerabat almarhumah nenek Kesih. Mereka berlarian menuju tempat aman.
Melihat kejadian tersebut beberapa warga langsung sigap memadamkan api dengan peralatan seadanya. Api di atap rumah itu diduga gara-gara korsleting listrik.
Selang beberapa menit, dua unit mobil pemadam kebakaran Kota Serang datang ke lokasi. Tak lama berselang, api yang belum membesar berhasil dipadamkan.
Akibat kejadian tersebut, acara tahlilan sempat tertunda beberapa menit. Puluhan warga dievakuasi ke rumah tetangga. Sementara para jamaah yang tahlilan dipindahkan ke masjid Komplek Ciceri Indah.
Ai (27), saksi mata di lokasi yang juga kerakabat korban, memastikan ledakan disertai percikan api membuat panik warga dan para jamaah tahlilan berhamburan.
“Tidak ada korban jiwa atau benda berharga lainya. Cuma kebakaran kecil dan cepat dipadamkan. Paling rumah itu mengalami pemadaman aja sebab kabel listriknya terbakar,” ucapnya.
Kesih (73) ditemukan tewas di kamarnya di Kompleks Ciceri Indah, Blok T Nomor 17, Kota Serang, Selasa pagi (03/05/2016). Berdasarkan data yang dihimpun Radar Banten Online, korban yang berprofesi sebagai pemilik pangkalan gas elpiji ini ditemukan dalam kondisi tangan terikat dan mulut dibekap.
Diduga korban tewas akibat dibunuh, namun tidak ada harta benda yang hilang di rumah korban. Korban yang ditemukan pertama kali oleh anaknya pukul 04.00 WIB. Melihat kejadian tersebut anaknya panik dan langsung menelepon supir serta memanggil pihak keamanan. (Ade F)








