SERANG – Banjir yang merendam SMPN 1 Ciruas membuat proses belajar mengajar terpaksa dihentikan. Banjir musiman tersebut, akibat hujan deras yang melanda wilayah Desa Pelawad Kecamatan Ciruas Kabupaten Serang.
“Banjirnya sejak musim hujan saja dan banjir mulai menggenangi sekolah sejak pukul 09.00 WIB,” ujar Uus Ruhyadi Kepala Sekolah SMPN 1 Ciruas, Kamis (12/5).
Menurutnya, derasnya air kiriman dari padatnya pembangunan kawasan Desa Pelawad dan Desa Ranjeng Kecamatan Ciruas itu, membuat saluran irigasi tidak mampu menampung debit air dan meluap hingga merendam wilayah SMPN 1 Ciruas. “Kegiatan belajar mengajar kami hentikan, karena tidak mungkin. Apalagi, ketinggian air sampai lutut orang dewasa,” paparnya.
Uus menjelaskan, genangan air di sekolah biasanya berlangsung satu hari. Itupun jika tidak terjadi hujan susulan. Ia bersama guru lainnya harus siaga menjaga segala kemungkinan yang terjadi untuk mengantisipasi, sekolah memakai pompa pembuangan air. “Saya berharap kedatangan wakil Bupati hari ini dapat memberi solusi,” ucapnya.
Hal tersebut langsung di respon wakil Bupati Pandji Tirtayasa dengan mengundang Dinas Tata Ruang, Dinas Pekerjaan Umum, kepala desa dan kepala camat, bersama melihat dan memberikan solusi.
Pandji Tirtayasa mengatakan, banjir ini disebabkan saluran irigasi yang terpakai oleh pembungan sampah dan banyaknya rumput liar yang menghalangi jalan air. “Solusinya Dinas PU secepatnya membersihkan dan Dinas Tata Ruang segera kordinasikan peta lahan dengan kedua kepala desa dan kepala camat, agar ada saluran pembuangannya,” paparnya. (Shodik)








