Kebahagiaan berumah tangga tidak akan lepas dari unsur kesejahteraan. Semakin sejahtera keuangan keluarga, semakin bahagia pula rumah tangga. Begitu pula yang dirasakan Sutini (30), nama samaran. Ia baru yakin dengan rumah tangganya setelah Medi (34), menjadi kaya raya.
Setelah 15 tahun Sutini dan Medi menikah sirih, Sutini mau meresmikan rumah tangganya beberapa pekan lalu. Menurut Sutini, ia tidak lagi memiliki keraguan dengan Medi lantaran sang suami telah mapan. “Mas Medi sekarang sudah oke. Tidak ada alasan untuk saya meninggalkannya,” ujarnya.
Wanita berparas cantik ini mengatakan, sebelumnya ia keukeuh mempertahankan status nikah sirih selama 15 tahun bersama Medi. Namun kini Sutini lah yang meminta pernikahan mereka dilegalkan di Pengadilan Agama. “Sekarang kan sudah mapan, wanita mana yang tidak bahagia kalau rumah tangganya ditopang oleh keuangan yang mapan? Makanya saya ingin pernikahan kami dilegalkan,” jelasnya.
Menurut Sutini, ia menikah dengan Medi saat usianya 15 tahun. Lantaran di bawah umur, pernikahan Sutini dengan Medi dilakukan di bawah tangan. “Karena saya masih kecil, jadi tidak bisa nikah di KUA. Jadi hanya dengan modal dengkul dan uang akad nikah seadanya, kami akhirnya menikah sirih,” ujarnya.
Sutini menikah muda lantaran diminta orangtua. Lantaran Sutini memang sedang pacaran dengan Medi, ia pun menyetujui. “Ceritanya saya sedang pacaran dengan Mas Medi. Melihat saya sudah sangat dekat, orangtua minta sekalian menikah saja. Biar terhindar dari dosa, itu alasan mereka,” tuturnya.
Awal pernikahan Sutini memang indah. Namun keindahan itu mulai merenggang setelah rumah tangga mereka menginjak tahun kedua. Menurut Sutini, persoalan ekonomi membuat dia tidak betah bersuamikan Medi. Ini akibat penghasilan Medi yang jauh dari harapan. “Dulu itu, suami kerjanya di sebuah toko. Gajinya, yaa antara Rp100 ribu sampai Rp300 ribu. Itu kan kecil sekali, enggak cukup buat kebutuhan belanja dapur,” aku Sutini.
Sebenarnya sih, bukan belanja dapur yang dipersoalkan Sutini. Namun dirinya yang relatif masih ABG, ternyata belum siap menjalani rumah tangga. Di belakang Medi, Sutini sering kali berselingkuh dengan laki-laki. Ia masih senang cari perhatian dengan cowok-cowok ganteng. “Kira-kira usia 17 tahun sampai 20 tahun, banyak cowok yang ingin PDKT dengan saya. Kebanyakan sih, setelah tahu saya sudah punya anak, mereka pergi sendiri. Tapi ada juga yang menerima saya apa adanya. Ya akhirnya saya jalani dengan mereka-mereka itu,” aku Sutini.
Awalnya sih, Sutini seperti itu hanya untuk bersenang-senang. Namun lama-kelamaan, kesenangan Sutini bertambah menjadi penyakit hati. Apalagi, Sutini memiliki kekecewaan dengan Medi akibat minimnya penghasilan dari bekerja di toko. Karena itulah, akhirnya Sutini sering berpacaran dengan orang-orang berduit. “Selingkuhan saya itu kebanyakan orang kaya. Tapi bukan yang ingin serius menjalin hubungan, hanya bersenang-senang,” tuturnya.
Dari hasil kencan itu, Sutini sering mendapatkan uang lebih. Uang itu ia gunakan untuk membeli kebutuhannya, seperti kosmetik, pakaian, perhiasan, dan lain-lain. Medi sebenarnya tahu dengan perselingkuhan-perselingkuhan Sutini. Hanya saja dia lebih memilih diam, dengan alasan tidak jelas. “Suami saya itu penyabar, sebab dia jebolan pesantren,” terangnya.
Lagi pula, Sutini mengaku, tidak pernah terlibat jauh dengan para selingkuhan. Maksud dia, tidak pernah sampai berhubungan suami istri. “Kalau ada yang macam-macam, langsung saya putuskan. Sebab sejak awal saya selalu bilang, kalau mau pacaran dengan saya jangan keterlaluan. Karena saya punya suami dan anak,” ujarnya.
Sutini pun sangat mementingkan kepentingan anak ketimbang pacar-pacarnya. Begitulah jalan kisah rumah tangga Sutini dan Medi selama belasan tahun terakhir.
Namun sejak 2012, Sutini mulai jarang berselingkuh. Ini setelah Medi mendapatkan warisan tanah satu petak di pinggir jalan. Tanah itu dimanfaatkan dengan baik. Medi membuka toko mainan, bekerja sama dengan bosnya. “Setelah dapat tanah, Mas Medi ajak bisnis dengan bosnya. Dia patungan tanah dan bangunan, si bos isi dagangan beserta lain-lain,” jelasnya.
Sejak saat itu, penghasilan Medi mulai berkembang. Bahkan pada akhir 2015 lalu, Medi membuka toko baru. lantaran itulah, Sutini berhenti berselingkuh dan fokus menjadi istri Medi. “Dulu saya milih tetap berstatus kawin sirih agar saya sewaktu-waktu bisa pergi dari Mas Medi. Tapi sekarang saya tidak mau melepasnya, dia kan sudah kaya,” katanya. Wah wah wah, ckckckck. (Sigit/Radar Banten)










