SERANG – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Kota Serang, menggelar seminar sehari dengan mengusung tema ‘Program Pengalaman Lapangan Kependidikan (PPLK) yang Bermutu untuk Membentuk Calon Guru yang Profesional dan Berkarakter’. Seminar tersebut menghadirkan pembicara, Dr. Laura Apol dan Dr. Chezare Werren dari Michigan State University, Amerika Serikat.
Chezare Werren mengatakan, dalam mengembangkan mutu pendidikan, salah satu caranya adalah dengan bagaimana sekolah-sekolah dan guru bisa terus dibantu dan harus memperhatikan, serta menghargai nilai-nilai budaya lokal dan kearifan lokal yang ada di masing-masing tempat. “Karena itu sesuatu yang sangat penting. Jadi kalau bisa ada perhatian ke sana, mungkin sistem pendidikan akan bisa lebih baik lagi,” kata Chezare usai acara, lewat penerjemah Isabella Tirtowalujo, di Auditorium Untirta, Jumat (13/5).
Chezare juga menambahkan, mengaku kagum saat dia berkunjung ke sejumlah sekolah di Kota Serang. “Siswa-siswinya ketika menerima tamu, kami disambut dengan tari-tarian. Dan mungkin di Amerika tidak seperti itu. Tidak ada,” katanya.
Sementara itu, Laura Apol mengatakan agar sistem pendidikan kita semakin baik, ada beberapa yang perlu diperhatikan. “Pada dasarnya semua sistem ada baik dan buruknya. Tapi yang kami tahu adalah salah satu yang paling penting adalah perhatian penuh kepada guru, bantuan dan dukungan kepada mereka. Sehinga mereka punya kesejahteraan, bisa belajar secara profesional dan itu yang terpenting di semua negara,” ujarnya.
Dan yang paling penting, masih menurut Laura adalah memberikan dukungan dan suport pada guru. “Supaya mereka tidak dibiarkan sendiri. Jadi ada arahan yang terstruktur sehingga mereka terus berkembang dalam profesinya menjadi guru. Karena kita tahu, jadi guru itu tidak gampang. Banyak yang harus mereka pikirkan dan pelajari. Dan sebagai guru baru, mereka butuh waktu dan butuh banyak dukungan,” katanya.
Sementara bagi Chezare, dalam mencetak calon guru menjadi profesional adalah dengan terus merefleksikan apa-apa yang mereka lakukan dalam kelas. “Dan menggunakan data sebagai bahan-bahan untuk meningkatkan mutu pengajaran mereka. Contohnya, satu guru mengajarkan satu tema atau unit dengan metode tertentu, tapi juga benar-benar melihat feedback kepada siswa. Dan itu yang dilihat untuk mengubah metode dan cara-cara untuk mengajarkan unit yang sama. Dan kemudian melakukan perubahan yang sesuai,” papar Chezare. (Adef)









