SERANG – Karena adanya evaluasi nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) terkait pembangunan pelabuhan di Bojonegara, penandatanganan nota kesepahaman antara Pemprov Banten dengan perusahaan National Port Corporations Limited (NPCL) terkait pembangunan pelabuhan tersebut ditunda.
Seharusnya penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan pada 9-10 Mei yang lalu, namun karena MoU tersebut harus direvisi, penandatanganan pun diundur hingga November 2016 mendatang.
“Perjanjian itu belum dapat dilakukan, karena ada evaluasi MoU. Ternyata setting-nya penandatanganan itu bukan antara pemerintah dengan pengusaha, tetapi pengusaha dengan pengusaha. Jadi nanti mungkin PT BGD yang akan maju, plus Pelindo,” ujar Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BKPMPT), Babar Suharso, Rabu (18/5).
Menurut Babar, dari pemaparan pihak NPCL, kontrak harus dilakukan antar perusahaan. Setelah MoU ditandatangani, lanjut Babar, diteruskan dengan penandatanganan kontrak kerja sama.
“Kontrak harus business to business, itu investasi langsung, konkret karena berbicara rencana realisasi uang. Jadi nanti targetnya jelas. Target pertahunnya seperti apa. Untuk konstruksi kabarnya enggak sampai lewat dua tahun dengan nilai investasi 200 juta dolar AS,” ujarnya. (Bayu)








