KALANGANYAR – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan PT Amarta Karya (Amka) langsung merespons laporan Pemerintah Kabupaten Lebak. Perusahaan pelaksana proyek pembangunan Jembatan Bojong Apus senilai Rp4,2 miliar itu mulai memperbaiki kerusakan jembatan di Kampung Kedung, Desa Sukamekarsari, Kecamatan Kalanganyar tersebut.
Pantauan Harian Radar Banten, Minggu (22/5), sejumlah pekerja bangunan tengah mengelupas aspal pada jalan yang ambles sekira 0,5 meter. Jalan sepanjang 20 meter itu terhubung pada badan jembatan. Tembok dinding jembatan yang retak-retak juga mulai ditambal menggunakan adukan pasir dan semen.
Kepala Desa Sukamekarsari Abdur Rahman mengatakan, perbaikan dilakukan setelah perwakilan Kementerian PUPR dan PT Amka datang meninjau kerusakan Jembatan Bojong Apus pada Jumat (20/5). Satu hari kemudian, perbaikan langsung dilakukan oleh PT Amka.
“Sudah dua hari, para pekerja dari PT Amka memperbaiki jembatan yang rusak. Kulit aspal di lokasi jalan yang ambles dikupas. Informasinya, akses jalan yang ambles itu diuruk kembali agar rata dengan badan jembatan,” jelas Abdur Rahman kepada wartawan.
Dia bersyukur, Kementerian PUPR cepat merespons. Beberapa waktu lalu, masyarakat melalui pemerintah desa melaporkan kerusakan Jembatan Bojong Apus yang diresmikan Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani pada 17 Februari 2016. “Dua bulan lalu, portal jembatan rusak dan pondasinya retak-retak. Waktu itu, PT Amka langsung memperbaikinya, dan kini, kerusakan tambah parah dan diperbaiki lagi,” terang Abdur Rahman.
Dia mengatakan, perbaikan Jembatan Bojong Apus oleh PT Amka akan dilakukan selama lima hari. Yang diperbaiki adalah pondasi, jalan yang ambles, dan rangka jembatan yang bengkok. “Masyarakat berharap, Jembatan Bojong Apus tidak rusak lagi. Jembatan itu akses vital yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Kepala Dinas Bina Marga (DBM) Kabupaten Lebak Wawan Kuswanto membenarkan, PT Amka tengah memperbaiki beberapa bagian Jembatan Bojong Apus yang rusak. “Mudah-mudahan, cepat tuntas sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat di dua wilayah yang dipisahkan Sungai Cisimeut,” jelasnya. (Mastur/Radar Banten)










