SERANG – Gubernur Banten Rano Karno akan menemui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi untuk membahas persoalan honorer kategori satu (K1). Untuk bisa bertemu denga Menteri Yudi, Rano telah melayangkan surat.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten M Syamsir. Inti dari isi surat tersebut meminta waktu bertemu dengan Menteri untuk menanyakan nasib 359 honorer K1 Pemprov Banten yang belum diangkat jadi PNS. “Kita tinggal menunggu jawaban suratnya saja,” ujar Syamsir, Kamis (26/5/2016).
Koordinator Forum Honorer K1 Banten Endang Suherman menilai, hal tersebut merupakan informasi baik untuk para honorer. Endang berharap, dalam waktu dekat ini pertemuan antara Gubernur dengan MenPAN RB dapat dilaksanakan.
Pertemuan itu bentuk respons konkret Pemprov Banten terhadap permintaan MenPAN RB yang disampaikan kepada Forum Honorer K1 Banten saat pertemuan pada 23 Januari 2016, di Hotel Royal Krakatau Kota Cilegon. “Saat itu MenPAN RB Yuddy Chrisnandi berjanji akan menyelesaikan pengangkatan sisa honorer K1 Banten, namun masih menunggu usulan data yang berisi nama-nama honorer K1 Banten untuk segera diusulkan ke pusat oleh Gubernur atau Sekretaris Daerah agar bisa dilayani,” ujarnya.
Secara teknis, lanjut Endang, seluruh permintaan pusat terkait administrasi sudah selesai sudah dipenuhi. Menurutnya, persoalan honorer K1 ini tinggal di tataran kebijakan. “Kondisi lain yang cukup menggembirakan buat kami adalah, saat ini Pemprov Banten masih kekurangan banyak pegawai. Sebagaimana disampaikan Pak Gubernur yang dilansir beberapa media, Pemprov butuh 7 ribu PNS, karena yang ada saat ini sekitar 4 ribuan. Artinya pemprov kekurangan pegawai sekitar 3 ribuan orang. Terhadap kondisi ini, mengangkat kami sesungguhnya bisa untuk menutupi kebutuhan itu,” ujarnya. (Bayu)










